Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026, Indonesia Turunkan 24 Atlet Terbaik

  • 24 Mar 2026 12:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang : Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia mengirimkan 24 atlet terbaiknya untuk berlaga di ajang bergengsi Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026. Kompetisi skala internasional ini berlangsung di Tianjin, China, mulai tanggal 23 hingga 31 Maret 2026.

Keikutsertaan skuad Garuda Muda ini merupakan hasil dari persiapan matang yang menjadi bekal utama menghadapi lawan-lawan tangguh dari seluruh dunia. Federasi memastikan para atlet yang terpilih telah melalui proses seleksi dan pelatihan yang sangat ketat.

Di nomor sanda atau cabang tarung, Indonesia membawa kekuatan penuh sebanyak 10 atlet. Komposisi ini disusun dengan pertimbangan matang yang mengombinasikan pengalaman bertanding dengan proses regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Enam di antara atlet sanda tersebut bukanlah wajah baru di panggung dunia karena telah merasakan atmosfer kompetisi serupa sebelumnya. Mereka tercatat pernah berlaga pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 di Brunei Darussalam, sebuah ajang yang meninggalkan jejak prestasi membanggakan bagi Merah Putih.

Manajer Timnas Wushu Sanda Junior Indonesia, Sudarsono, memilih berbicara dengan nada yang lebih menahan daripada membuncah saat ditanya mengenai peluang tim. Ia tidak ingin menjual janji-janji besar kepada publik, melainkan lebih menekankan pada progres konkret yang telah dicapai oleh para atlet.

Selama tiga minggu terakhir, para atlet telah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dipusatkan di Semarang, Jawa Tengah. Fase latihan intensif di Semarang ini sering kali menjadi faktor penentu antara ambisi meraih juara dan realitas kesiapan di lapangan pertandingan.

“Alhamdulillah setelah menjalani latihan secara intens, berat badan atlet sanda Indonesia sudah ideal. Makanya, saya yakin mereka on fire saat tampil di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 nanti,” ujarnya saat dihubungi, Senin 23 Maret 2026.

Keyakinannya didasarkan pada kombinasi jam terbang atlet dan kondisi fisik yang kini berada di level prima. Dalam disiplin sanda, di mana situasi bisa berubah hanya dalam hitungan detik, kesiapan fisik bukan lagi sekadar modal tambahan, melainkan syarat mutlak untuk menang.

Sudarsono juga menyatakan tidak mengumbar target secara berlebihan. Fokus utama saat ini adalah menjaga mentalitas bertanding para atlet agar tetap stabil hingga hari H pertandingan dimulai.(Ahy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....