Ketum KONI Pusat Besuk 'The Exocet' Ellyas Pical: Mohon Doa Seluruh Rakyat Indonesia
- 03 Mar 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Ketua umum (ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat membesuk petinju legendaries Ellyas Pical. Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman melakukan besuk Selasa, 3 Maret 2026 di Kunciran. Tangerang Selatan.
"Kami membesuk Pak Elly ke sini berharap kondisinya membaik," ujar Ketum KONI Pusat. Tahun lalu, Pical sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran sakit jantung.
"Kepada masyarakat Indonesia, saya mohon doa agar legenda tinju kebangaan kita, Bapak Ellyas Pical, kondisinya semakin membaik. Dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari," kata Purn Marciano Norman.
Di samping itu, Ketum KONI Pusat memastikan dukungan untuk Ellyas Pical, yang merupakan salah satu staf KONI. Dukungan itu meliputi fasilitas kesehatan KONi Pusat hingga BPJS.
Profil Ellyas Pical
Ellyas Pical dilahirkan di Kecamatan Saparua, Kota Saparua, Maluku pada 24 Maret 1957. Pada masa Kecil, Ia adalah seorang pencari ikan mas.
Ketertarikannya pada olahraga tinju berawal Dari pertandingan yang kerap disiarkan TVRI. Muhammad Ali menjadi salah satu idola yang kerap ditonton Elly semasa kecil.
Terinspirasi Ali, Ellyas akhirnya memulai latihan tinju di usia 13 tahun. Ia berlatih tanpa sepengetahuan orang tuanya, Sebab Elly dilarang tinju.
Ellyas Pical merupakan petinju kebangaan Indonesia yang dikenal dengan hook dan uppercut kiri yang akurat. Kemampuan itu membuatnya dijuluki The Exocet, sebuah rudal buatan Prancis yang digunakan Inggris dalam perang Malvinas.
Berikut perjalanan singkatnya;
• Mengawali karier tinju dari tingkat kabupaten hingga internasional.
• Karier profesional di kelas bantam junior mulai tahun 1983.
• Ellyas Pical juara Orient and Pacific Boxing Federation (OPBF) setelah kalahkan Hi-yung Chung asal Korea Selatan dengan menang angka 12 ronde di Seoul pada 19 Mei 1984. (bantam junior/ kelas super terbang).
• Elly meraih juara International Boxing Federation (IBF) setelah membuat KO Chun Ju-do. Ia kalahkan petinju asal Korea di Jakarta pada 3 Mei 1985 ketika berusia 25 tahun. Padahal Chun Ju-Do sempat merendahkan Ellyas, “Elly Pical adalah anak kecil buat saya”.
• Gelar dunia berhasil dipertahankan dari petinju Australia, Wayne Mulholland pada 25 Agustus 1985.
• Elly sempat kalah dari petinju Republik Dominika, Cesar Polanco di Jakarta.
• Tak menyerah, Elly akhirnya dapat mengalahkan Polanco secara KO pada pertandingan ulang di Jakarta pada 5 Juli 1986.
• Ia mampu mempertahankan gelar dari petinju Korea, Dong-chun Lee
• Kekalahan terjadi pada Elly, ia kalah KO pada ronde 14 dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy pada 1987.
• Dengan semangat yang besar, akhirnya Elly berhasil merebut kembali gelar IBF (bantam junior/ kelas super terbang) dari Tae-il Chang dari Korea Selatan pada 17 Oktober 1987. Gelar tersebut berhasil dipertahankan selama 2 tahun.
• Akhirnya, Elly harus kembali kehilangan gelar tersebut karena kalah dari petinju Kolombia, Juan Polo Perez pada 14 Oktober 1989 di Virginia, Amerika Serikat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....