KONI Jatim Sambut Positif Terbentuknya ORADO
- 02 Mar 2026 04:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengapresiasi terbentuknya Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino (Orado) Jawa Timur, yang resmi dilantik pada 28 Februari di Surabaya. Namun untuk menjadi bagian KONI, harus melalui Rakernas KONI Pusat.
"Kalau di pusat disahkan, nanti dikoordinasikan dengan KONI daerah. Syaratnya kepengurusan provinsi dan kabupaten/kota sudah terbentuk, serta diakui pusat," ujarnya, dilansir dari laman KONI Jatim, 2 Maret 2026.
Menurut Nabil, peluang Orado cukup terbuka karena kepengurusan telah terbentuk di berbagai provinsi. Namun, keputusan final tetap menunggu hasil Rakernas.
Selain itu, Orado memiliki modal kuat berupa komunitas dan segmentasi anggota yang jelas. Tinggal memperbanyak kompetisi agar proses rekrutmen atlet berjalan objektif dan terukur.
"Sering-sering adakan kejuaraan. Dari kompetisi itulah lahir atlet terbaik," katanya.
Sementara Ketua Orado Jatim, Mahenda Abdillah Kamil, menegaskan usai pelantikan, agenda kompetisi langsung digeber. Seluruh 38 Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota telah sepakat menggelar Kejuaraan Kabupaten/Kota (Kejurcab) pada 28–30 Maret 2026, dilanjutkan babak kualifikasi pada 5 April.
"Ini langkah awal membangun sistem kompetisi berjenjang. Dari daerah kita seleksi, lalu kita siapkan menuju level yang lebih tinggi," ujar Mahenda.
Pihaknya menargetkan setiap pengcab memiliki banyak atlet aktif dan klub-klub resmi yang menggelar pertandingan antarklub secara konsisten. Dengan ekosistem kompetisi yang hidup, kualitas atlet akan terasah dan stigma negatif domino sebagai permainan non-olahraga bisa terhapus.
“Kita ingin publik melihat domino sebagai cabang olahraga prestasi. Target jangka panjang, bisa tampil di PON, minimal sebagai cabang eksebisi lebih dulu,” katanya.
Meski baru dideklarasikan, potensi atlet di Jawa Timur dinilai cukup besar. Mahenda mencontohkan kejuaraan di Banyuwangi yang diikuti 38 tim atau sekitar 70 atlet. Angka itu diyakini bisa terulang di daerah lain jika kompetisi berjalan rutin.
Tak hanya atlet, Orado Jatim juga menyiapkan perangkat pertandingan yang profesional. Sebanyak 60 wasit dari 38 kabupaten/kota mengikuti Training Referee untuk menyamakan persepsi regulasi dan standar pertandingan.
Ketua Dewan Pembina Orado, Soiful Bahri Siregar, menegaskan pembentukan federasi adalah upaya serius mengangkat domino sebagai olahraga resmi. “Dengan adanya federasi, kita buktikan bahwa domino adalah olahraga yang bisa dipertandingkan secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Orado Jatim langsung membidik Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan April 2026 di Jakarta. Seleksi atlet akan dilakukan melalui kejuaraan daerah dan hasil kompetisi resmi.
“Kami akan kirim atlet terbaik Jawa Timur ke Kejurnas. Harapannya bisa membawa prestasi dan nama baik daerah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....