NPC Indonesia Evaluasi menuju ASEAN Para Games 2026

  • 14 Feb 2026 19:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - NPC Indonesia berhasil melampaui target dengan finis kedua di ASEAN Para Games Thailand. Menyoroti hal tersebut, Wakil Sekjen NPC Rima Ferdianto membeberkan evaluasi dan persiapan menuju Nagoya 2026.

Menurutnya, atlet-atlet muda binaan baru menunjukkan prestasi menjanjikan di ajang Thailand kemarin. Meski belum kompetitif di level Asia, mereka diharapkan terus berkembang.

"Program regenerasi menjadi concern utama ketua umum NPC saat ini," ujar Rima saat berdialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 14 Februari 2026. Talent scouting tahun lalu menjaring 2.574 atlet disabilitas muda potensial.

Dikatakannya, Atlet berbakat ini akan diakselerasi agar lebih cepat tampil di level dunia. Targetnya termasuk persiapan menuju Nagoya dan Paralimpiade mendatang.

NPC menerapkan kebijakan promosi degradasi bagi atlet yang melewati masa keemasan. Atlet di atas 30 tahun dengan kapasitas fisik akan dievaluasi.

"Kalau ada pesaing baru yang lebih bagus, akan segera digantikan atlet muda," ujar Rima. Komposisi atlet ke Nagoya terbuka untuk perubahan demi meraih prestasi yang di harapkan .

Proses kualifikasi menuju Nagoya masih berjalan hingga akhir Juli mendatang. Sekitar 150 atlet akan dikirim untuk merebut poin partisipasi.

Targetnya minimal 120 atlet dari 150 yang lolos ke Nagoya nanti. Persiapan matang dilakukan melalui program periodisasi latihan di Pelatnas.

Setiap cabang olahraga memiliki fase latihan berbeda sesuai kebutuhannya. Dari prakompetisi, persiapan khusus, hingga fase kompetisi dirancang maksimal.

Disisi lain, Monitoring performa atlet dilakukan setiap bulan untuk evaluasi program. Atlet harus mencapai performa terbaik dan bebas cedera serta doping.

NPC akan mengirimkan sekitar 190 atlet dari 11 cabang olahraga ke Nagoya. Cabang andalan pendulang medali adalah para badminton, atletik, balap sepeda, angkat berat, dan boccia.

Rima menegaskan target di ASEAN Para Games Nagoya tidak muluk-muluk setelah kehilangan 10 emas dari catur. Cabor catur tidak dipertandingkan sehingga Indonesia defisit medali.

"Yang penting masih masuk 10 besar Asia," ujar Rima penuh harap untuk target realistis. Persiapan maksimal terus dilakukan untuk meraih prestasi terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....