Kontingen Indonesia Bangga, Lampaui Target di APG Thailand
- 26 Jan 2026 17:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kontingen Indonesia sukses melampaui target dengan capaian manis di ASEAN Para Games 2025 Thailand. Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto menyatakan kebanggaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, serta tim CDM.
"Kunci suksesnya adalah tidak membebani atlet dengan target individu sehingga mereka bisa bermain lepas dan melebihi ekspektasi. Strategi ini berhasil mengubah potensi perunggu dan perak menjadi medali emas yang lebih banyak," kata Rima dalam perbincangannya bersama Pro3 RRI, Senin (26/1/2026).
Cabang atletik yang ditargetkan 25 emas justru meraih lebih dari 40 medali emas. Renang juga melampaui ekspektasi dengan target 8 emas berhasil dikembangkan menjadi 29 emas.
"Judo tampil luar biasa dengan menyapu bersih tujuh nomor yang dipertandingkan. Padahal NPC hanya menargetkan lima emas dari tujuh nomor yang tersedia," ujar Rima.
Catur justru menurun prestasinya dengan hanya meraih sembilan medali dari target minimal 12-15 medali. Filipina dan Vietnam telah mempersiapkan tim catur selama dua tahun lebih, sementara Indonesia baru mulai November lalu.
"Persiapan kontingen memadukan tim utama yang berlatih setahun lebih untuk Paralimpiade LA dengan tim khusus APG berlatih dua bulan. Program latihan dipadatkan dari biasanya enam bulan menjadi hanya 2,5 bulan dengan intensitas tinggi," ujarnya.
Strategi pelatih memilih nomor optimal dan program efisien berhasil mendekatkan atlet pada performa maksimal. Regenerasi berjalan baik dengan puluhan atlet baru menggantikan atlet senior yang menurun performanya.
NPC Indonesia memberikan banyak catatan dan protes resmi terhadap penyelenggaraan tuan rumah Thailand. "Pelayanan akomodasi, makanan, dan transportasi dinilai buruk di beberapa lokasi seperti Suranari," kata Rima menjelaskan.
Penyelenggaraan pertandingan dinilai sangat manipulatif dengan peserta hanya tiga atlet Thailand yang bisa bertanding dan mendapat medali. Situasi ini dianggap tidak adil karena negara lain tidak memiliki lawan tanding.
"Banyak negara peserta mengeluhkan layanan kesehatan buruk, transportasi tidak tepat waktu, dan makanan yang tidak cukup. NPC mengecap ini sebagai penyelenggaraan ASEAN Para Games terburuk sepanjang sejarah," ucap Rima dengan nada kecewa.
Rima Ferdianto menyarankan acara ini lebih tepat disebut Thailand Para Games dengan mengundang sembilan negara tamu. Forum CDM meeting menjadi tempat penyampaian protes teknis dari berbagai negara.
"Meskipun ada kendala organisasi, prestasi kontingen Indonesia tetap luar biasa dengan melampaui semua target. Atlet akan dipulangkan melalui dua kloter pesawat setelah upacara penutupan resmi," ujar Rima.
Kloter pertama tiba di Solo pukul 18.00 WIB dan kloter kedua pukul 00.30 WIB dini hari. Kontingen akan beristirahat sebelum mempersiapkan diri untuk event berikutnya di Malaysia.
NPC Indonesia akan memperkuat program pembinaan untuk cabang-cabang unggulan menuju ASEAN Para Games Malaysia. Pelatnas minimal enam bulan dianggap sebagai harga mati untuk meningkatkan prestasi catur kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....