Perpusnas: Perpustakaan Kini Tak Lagi Sekadar Tempat Menyimpan Buku
- 20 Jul 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Perpusnas Prof. Endang Aminudin Aziz menyatakan bahwa fungsi perpustakaan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis.
- Perpustakaan modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang belajar dan pusat kegiatan masyarakat.
- Transformasi perpustakaan dilakukan melalui penerapan konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Prof. Endang Aminudin Aziz, mengatakan fungsi perpustakaan terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi buku.
Ia menyampaikan perpustakaan saat ini bertransformasi menjadi ruang belajar sekaligus pusat kegiatan masyarakat. Transformasi tersebut dilakukan melalui konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial.
"Perpustakaan sekarang tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku atau mengakses bahan pustaka. Perpustakaan juga menjadi ruang kegiatan kreatif dan produktif bagi masyarakat," ujar Endang saat peresmian Perpustakaan Ranggawarsita, di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan Perpustakaan Ranggawarsita merupakan perpustakaan khusus yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan. Berbeda dengan perpustakaan umum, koleksi perpustakaan khusus disesuaikan dengan tugas dan fungsi lembaga yang menaunginya.
Menurut dia, Indonesia saat ini memiliki 9.147 perpustakaan khusus yang tersebar di berbagai kementerian, lembaga, hingga pesantren. Namun, pengelolaannya dinilai belum merata karena tingkat perhatian setiap instansi masih berbeda.
"Ada perpustakaan yang sangat aktif memberikan layanan kepada pegawai maupun masyarakat. Namun, ada pula yang hanya tercatat sebagai perpustakaan tanpa benar-benar berfungsi," katanya.
Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Mego Pinandito mengatakan perpustakaan dan arsip saling melengkapi menjaga warisan intelektual bangsa Indonesia. Menurutnya, arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen penyimpanan, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Arsip tidak hanya disimpan, tetapi harus dipelajari kembali sebagai sumber ilmu pengetahuan. Arsip dapat dimanfaatkan akademisi, sejarawan, budayawan, hingga masyarakat untuk memahami perjalanan bangsa," ucap Mego.
Ia menambahkan ANRI siap mendukung pengembangan Perpustakaan Ranggawarsita melalui penelusuran berbagai arsip yang dibutuhkan. Menurutnya, kolaborasi antara perpustakaan dan arsip akan memperkuat pengembangan literasi serta pelestarian kebudayaan Indonesia. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....