ID FOOD Luncurkan Warung Pangan Pangkas Rantai Pasok

  • 20 Jul 2026 21:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ID FOOD meluncurkan Warung Pangan untuk memperpendek rantai distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan di pasar tradisional
  • Program diawali dengan 32 Stok Poin dan 640 Mitra Warung Pangan di wilayah Jabodetabek
  • Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai Warung Pangan memperkuat akses pasokan bagi pasar tradisional
  • ID FOOD mengembangkan Warung Pangan sebagai ekosistem distribusi berbasis data untuk mendukung stabilisasi pasokan
  • Program dirancang melengkapi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam memperkuat distribusi pangan nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Holding BUMN Pangan ID FOOD meluncurkan program Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin 20 Juli 2026 pagi. Program tersebut diharapkan memangkas rantai distribusi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.

Peluncuran dilakukan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Bambang Wisnu Subroto, serta Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo.

Hanif mengatakan pasar tradisional selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pasokan dibandingkan pasar modern. Karena itu, Warung Pangan disiapkan sebagai jaringan distribusi yang memperkuat ketersediaan stok sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan.

"Keberadaan warung pangan ini menjadi hal yang paling penting untuk menjaga stabilitas harga. Sekaligus memperkuat pasar tradisional agar lebih mudah mendapatkan pasokan barang," kata Hanif.

Menurut Hanif, pemerintah tidak perlu terus mengandalkan operasi pasar dengan membuka titik penjualan sementara. Pasar tradisional yang telah tersedia dinilai lebih efektif dimanfaatkan sebagai instrumen pengendalian harga.

Ia menjelaskan tingginya harga pangan masih dipengaruhi rantai distribusi yang panjang. Melalui Warung Pangan, distribusi komoditas diharapkan lebih singkat sehingga biaya logistik dapat ditekan dan harga di tingkat konsumen lebih terjangkau.

Sementara itu, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan Warung Pangan dikembangkan sebagai ekosistem distribusi berbasis data. Sistem tersebut mencakup perencanaan pasokan, digitalisasi perdagangan, analisis pasar, hingga pemantauan cadangan pangan.

"Warung Pangan di ID FOOD Group saat ini diperkuat sebagai ekosistem distribusi yang lebih terstruktur dan berbasis data, mulai dari perencanaan pasokan, penyaluran produk, hingga pemantauan kebutuhan pasar," ucapnya.

Pada tahap awal, Warung Pangan diluncurkan melalui 32 Stok Poin dan 640 Mitra Warung Pangan yang tersebar di pasar tradisional wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jaringan tersebut akan terus diperluas secara bertahap melalui 43 cabang ID FOOD di berbagai daerah.

Menurut Ghimoyo, program ini dirancang melengkapi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), bukan menjadi pesaing. KDMP akan berfokus menyalurkan komoditas program pemerintah, sedangkan Warung Pangan memperkuat stabilisasi harga melalui perdagangan pangan di pasar tradisional.

Ia menambahkan setiap transaksi di Warung Pangan akan menghasilkan data penjualan yang dimanfaatkan untuk membaca pola permintaan, menentukan produk prioritas, dan memperkuat distribusi pangan nasional. Pada tahap awal tersedia sekitar 12 jenis produk, di antaranya beras premium, minyak goreng premium, gula, dan berbagai produk pangan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....