Menko Yusril Harap Cetiya Tian Shi Hua Guan Jadi Jembatan Kerukunan Umat
- 19 Jul 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Kumham Yusril Ihza Mahendra meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Minggu 19 Juli 2026.
- Cetiya diharapkan menjadi jembatan persaudaraan lintas umat beragama dan memperkuat kerukunan masyarakat Indonesia dalam keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat.
- Fasilitas ini dirancang untuk menguatkan kehidupan spiritual umat Buddha sambil mendukung persatuan dan kesatuan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra berharap Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan lintas umat beragama. Sekaligus memperkokoh kerukunan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat yang hidup berdampingan.
“Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se diharapkan menjadi jembatan persaudaraan lintas umat. Sekaligus menguatkan kehidupan spiritual umat Buddha,” kata Yusril Ihza Mahendra saat meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 19 Juli 2026.
Yusril mengatakan Indonesia merupakan bangsa yang dikaruniai keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi. Menurutnya, keragaman tersebut menjadi kekuatan bangsa karena dirajut melalui semangat saling menghormati dan hidup berdampingan.
“Kerukunan lahir karena kita menghargai, menghormati, dan menjunjung tinggi perbedaan, bukan karena memiliki keyakinan yang sama. Mari kita rawat persatuan dengan saling menghormati agar kehidupan bersama tetap damai, harmonis, dan penuh toleransi,” ucap Yusril.
Ia menilai rumah ibadah memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat beribadah. Menurut Yusril, rumah ibadah juga menjadi ruang membangun karakter, menanamkan nilai kejujuran, kasih sayang, pengendalian diri, serta semangat melayani sesama.
Yusril juga mengapresiasi pengurus, panitia, dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se. Ia menyebut berdirinya rumah ibadah tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.
“Saya melihat semangat itu tercermin dari berdirinya Cetiya ini. Banyak tangan yang bekerja, banyak hati yang terlibat, dan banyak orang yang memberikan dukungan hingga akhirnya kita dapat menyaksikan peresmian pada hari ini,” ucapnya.
Menurut Yusril, keberadaan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se diharapkan mampu menghadirkan kedamaian batin bagi umat. Sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus memperkuat nilai etika, persaudaraan, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
“Rumah-rumah ibadah seperti Cetiya ini sangat penting membangun rohani bangsa kita. Hal ini dilakukan agar masyarakat hidup rukun bersama selamanya,” ucap Yusril.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....