KemenPPPA: HAN 2026 Perkuat Kolaborasi Hadirkan Ruang Aman Anak

  • 16 Jul 2026 11:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang aman bagi tumbuh kembang anak.
  • Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) mengintegrasikan pencegahan kekerasan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan keamanan ruang digital melalui kolaborasi lintas sektor.
  • Hari Anak Nasional 2026 dilaksanakan secara desentralisasi hingga tingkat daerah untuk memastikan lebih banyak anak berpartisipasi dalam kegiatan yang mencakup permainan, penyampaian aspirasi, dan pengenalan profesi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi menghadirkan ruang aman bagi tumbuh kembang anak Indonesia bersama. Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA, Ciput Eka Purwanti.

“Perlindungan anak tanggung jawab bersama. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen menghadirkan ruang aman mendukung tumbuh kembang anak,” kata Ciput Eka Purwanti dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Ciput menyebut Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor. Gerakan mengintegrasikan pencegahan kekerasan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta keamanan ruang digital.

“Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga melalui pengasuhan yang baik. Sekolah aman, ruang publik ramah anak, dan ruang digital sehat menekan risiko kekerasan terhadap anak,” ucap Ciput.

Ciput menegaskan Hari Anak Nasional menjadi momentum refleksi orang dewasa memenuhi hak-hak anak. Peringatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak semata.

“Persoalan anak hari ini mencerminkan tanggung jawab orang dewasa. Pengasuhan, pendampingan, dan lingkungan yang baik harus dihadirkan bagi setiap anak,” ucap Ciput.

Ciput menjelaskan peringatan Hari Anak Nasional 2026 dilaksanakan secara desentralisasi hingga daerah agar lebih banyak anak dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk memberikan ruang partisipasi bagi anak melalui permainan, penyampaian aspirasi, hingga pengenalan berbagai profesi.

“Hari Anak Nasional 2026 dilaksanakan hingga daerah agar lebih banyak anak berpartisipasi. Anak dapat menyampaikan aspirasi, bermain, dan mengenal berbagai profesi,” kata Ciput menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....