BMKG Fokuskan OMC di Enam Wilayah Rawan Karhutla
- 16 Jul 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dioptimalkan sebagai upaya menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar. Sebelumnya OMC lebih berorientasi pada tindakan kuratif atau membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
"Paradigmanya sudah berubah kalau pada 2015, saat El Niño kuat, pendekatannya lebih untuk pemadaman karhutla atau tindakan kuratif. Sekarang OMC dioptimalkan untuk membasahi lahan gambut sehingga menekan potensi terjadinya karhutla," kata Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut BMKG, perubahan pendekatan tersebut berkontribusi terhadap penurunan hotspot dalam satu dekade terakhir. Dampaknya juga terlihat dari semakin jarangnya gangguan kabut asap lintas batas maupun hambatan terhadap aktivitas penerbangan.
"Saat itu, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sering menyampaikan keluhan. Yakni akibat kabut asap hampir tidak pernah lagi terdengar kejadian seperti itu," katanya.
Dalam menentukan pelaksanaan OMC, BMKG menggunakan sejumlah parameter. Salah satunya tinggi muka air tanah gambut yang dipadukan dengan analisis potensi pertumbuhan awan hujan.
"Kami menggunakan parameter tinggi muka air tanah gambut, kemudian dipadukan dengan potensi ketersediaan awan. Siklus hujan bersifat dinamis sehingga kami melihat apakah ada pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan," katanya.
Saat ini, OMC diprioritaskan di enam provinsi memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi akibat luasnya sebaran lahan gambut. Yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....