Maros Perkuat Status Kabupaten Inklusif, UHC dan Infrastruktur Jadi Prioritas

  • 15 Jul 2026 11:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan yang inklusif dengan memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, hingga peluang ekonomi yang merata. Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, mengatakan salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah mempertahankan Maros sebagai kabupaten yang memberikan pelayanan kesehatan terbaik melalui keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC).

"Kita tetap berharap Kabupaten Maros menjadi kabupaten yang inklusif. Masyarakat harus terus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik dengan tetap menjadikan Maros sebagai daerah yang menerapkan Universal Health Coverage," ujar Chaidir Syam, Senin, 13 Juli 2026.

Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan, Pemkab Maros juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sepanjang 2025, pemerintah telah merehabilitasi 30 jaringan irigasi guna memperkuat sektor pertanian, sekaligus melanjutkan pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah. Menurut Syafril, berbagai usulan masyarakat terkait pembangunan terus menjadi perhatian pemerintah. Namun, pelaksanaannya dilakukan berdasarkan skala prioritas agar anggaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.

"Kami terus membangun infrastruktur, memperbaiki irigasi dan jalan. Aspirasi masyarakat tentu menjadi perhatian, tetapi semua harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan yang ada," katanya.

Komitmen tersebut juga diikuti dengan penguatan sektor pendidikan dan berbagai layanan publik lainnya sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di tengah upaya tersebut, Maros mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 9,53 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan. Sementara pada 2025, Kabupaten Maros menempati peringkat ketiga daerah dengan nilai investasi terbesar di Sulawesi Selatan, setelah Makassar dan Luwu Timur. "Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan yang kita lakukan mulai memberikan hasil. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi terus masuk, dan ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ungkapnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Maros mendukung berbagai program prioritas nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden. Sejumlah program telah mulai berjalan, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, pembentukan sekitar 45 Koperasi Merah Putih yang terus bertambah di desa dan kelurahan, serta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia.

Menurut Syafril, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Di usia ke-67 Kabupaten Maros, kami berharap daerah ini terus berjaya, semakin maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Seluruh program prioritas pemerintah pusat akan terus kami dukung demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....