KPAI Pastikan Kondisi Psikologis Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Mulai Pulih
- 14 Jul 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kondisi psikologis siswa, guru, dan orang tua di SDN Srengseng Sawah 15 mulai berangsur pulih pasca ancaman bom yang terjadi pada 13 Juli 2026.
- KPAI mengingatkan sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bullying dan kekerasan, terutama pada awal tahun ajaran baru ketika laporan kasus bullying cenderung meningkat.
- Diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan, kondisi psikologis warga SDN Srengseng Sawah 15 mulai berangsur pulih setelah ancaman bom sehari sebelumnya. Meski demikian, Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra tetap mengingatkan sekolah mewaspadai potensi perundungan selama proses pemulihan.
"Ancaman bom sudah diamankan kepolisian, dan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Kita tentu mengapresiasi bagaimana proses pembelajaran tetap berjalan secara baik," kata Jasra saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Juli 2026.
| Baca juga: Kronologi Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah |
KPAI juga berdialog dengan orang tua murid baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Orang tua diminta menciptakan lingkungan aman bagi anak di sekolah maupun di rumah.
Selain itu, KPAI berdiskusi dengan para guru mengenai pendampingan psikologis bagi peserta didik. Koordinasi juga dilakukan bersama kepolisian dan Dinas Pendidikan.
Menurut Jasra, pendampingan psikologis perlu terus dilakukan selama masa pemulihan berlangsung. Pemberitaan luas dinilai berpotensi memunculkan rasa takut dan tekanan psikis.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi psikologis warga sekolah terus mengalami perkembangan positif. Guru, orang tua, dan siswa mulai kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
"Hal-hal tersebut sudah mulai berangsur pulih, misalnya guru sudah mulai senyum dan bisa ketawa. Begitu juga anak-anak sudah mulai berinteraksi secara baik," ujarnya.
Meski begitu, KPAI meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan dan perundungan. Laporan kasus bullying biasanya meningkat setiap awal tahun ajaran baru.
KPAI mendorong kolaborasi sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Mitigasi sejak dini diharapkan mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Sebelumnya, sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada hari pertama masuk sekolah. Seluruh siswa dipulangkan, sementara Tim Gegana melakukan sterilisasi area sekolah.
Hasil penyisiran memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Polisi telah mengamankan seorang pria dan masih mendalami motif dugaan ancaman tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....