Wamensos Bicara 1 Tahun Program Sekolah Rakyat

  • 28 Jun 2026 08:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program mendapat dukungan dari DPR dan pakar pendidikan sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi
  • Wamensos Agus Jabo Priyono menyebut Sekolah Rakyat menunjukkan hasil positif setelah berjalan selama satu tahun
  • Program dinilai meningkatkan kepercayaan diri, kesehatan, dan semangat belajar siswa dari keluarga miskin
  • Sekolah Rakyat menyasar anak putus sekolah, belum sekolah, dan tidak sekolah dari keluarga miskin dan miskin ekstrem
  • Kemensos juga menjalankan program pemberdayaan bagi orang tua siswa agar lebih mandiri secara ekonomi

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menyatakan pelaksanaan Sekolah Rakyat menunjukkan hasil positif setelah berjalan selama satu tahun. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dinilai mulai meningkatkan kepercayaan diri hingga kondisi kesehatan para siswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Jabo dalam talkshow di salah satu TV Nasional. Acara berlangsung di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.

Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat menjadi ikhtiar pemerintah menangani anak putus sekolah, belum sekolah, dan tidak sekolah. Program itu menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Memang tidak mudah pada awalnya. Tapi alhamdulillah selama setahun ini, pelaksanaan Sekolah Rakyat cukup berhasil," katanya.

"Anak-anak yang tadinya kurang percaya diri menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus menjadi lebih sehat," ucapnya.

Menurut Agus Jabo, seluruh anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak. Negara, kata dia, harus hadir memberikan akses pendidikan bagi keluarga yang tidak mampu.

"Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Konsep Sekolah Rakyat memang seperti itu," katanya.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan siswa. Pemerintah juga menjalankan program pemberdayaan bagi orang tua agar mampu mandiri secara ekonomi.

"Kita juga memberdayakan orang tua siswa supaya bisa mandiri. Mereka diharapkan memiliki penghasilan sendiri dan hidup lebih sejahtera," ucapnya.

Talkshow tersebut juga menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf. Ia menyatakan mendukung penuh keberlanjutan program Sekolah Rakyat.

"Pasti dukung seratus persen. Ini cara Presiden mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi agar bisa mewujudkannya," katanya.

"Program ini juga perlu terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Sehingga manfaatnya semakin luas," ucapnya.

Dukungan juga disampaikan Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem. Menurutnya, konsep sekolah berasrama menjawab persoalan lingkungan belajar anak dari keluarga miskin.

"Idenya sangat bagus. Pendidikan memang dimulai dari rumah, tetapi banyak rumah keluarga miskin belum mendukung proses belajar," katanya.

"Pola sekolah berasrama memberi ruang pendampingan yang lebih teratur. Itu menjadi nilai tambah Sekolah Rakyat," ucapnya.

Menutup diskusi, Agus Jabo menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu strategi pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Sekolah Rakyat menjadi jawaban negara untuk memutus rantai kemiskinan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....