Kemenag Siapkan MTQ Nasional Inklusif, Penyandang Disabilitas Sensorik Bisa Ikut
- 26 Jun 2026 17:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenag akan menghadirkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional 2026 yang lebih inklusif.
- Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh Indonesia diminta mulai melakukan pembinaan dan menyiapkan calon peserta sejak dini.
- Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi MTQ sebagai sarana pembinaan dan syiar Al Quran
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menghadirkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional 2026 yang lebih inklusif. Yakni, dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sensorik untuk berpartisipasi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan inisiatif tersebut mulai dirintis pada penyelenggaraan MTQ tahun ini di Semarang, Jawa Tengah. Persiapan yang lebih matang akan dilakukan untuk pelaksanaan MTQ Nasional 2026.
"Tahun ini baru kita inisiasi. Tahun depan bapak, ibu, bisa mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," kata Abu Rokhmad, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.
Menurutnya, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh Indonesia diminta mulai melakukan pembinaan dan menyiapkan calon peserta sejak dini. Agar pelaksanaan MTQ inklusif dapat berjalan optimal.
Abu menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi MTQ, tidak hanya sebagai ajang perlombaan. Tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan syiar Al Quran yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan, pengembangan cabang musabaqah bagi penyandang disabilitas sensorik menjadi wujud komitmen Kementerian Agama. Khususnya, dalam memberikan kesempatan yang setara kepada setiap warga negara untuk membaca, memahami, dan menghayati Al Quran.
"Kita ingin pengembangan tilawah Al Quran juga menyentuh anak-anak kita yang berada dalam kondisi keterbatasan. Sehingga mereka juga akan memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan," ujarnya.
Menurut Abu, penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif akan menegaskan bahwa pembinaan Al Quran tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu. Melainkan menjangkau seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Dengan konsep tersebut, MTQ diharapkan menjadi ruang yang lebih ramah, setara, dan memberikan kesempatan berprestasi bagi semua peserta.
Selain itu, pengembangan cabang baru tersebut dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Kemenag berharap langkah ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap MTQ sebagai kegiatan keagamaan yang tidak hanya melahirkan juara. Tetapi juga menumbuhkan nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan pemberdayaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....