Menko Muhaimin Ajak Calon PMI Berangkat lewat Jalur Legal
- 26 Jun 2026 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak calon Pekerja Migran Indonesia berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural.
- Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap pekerja migran memperoleh perlindungan menyeluruh selama proses penempatan hingga kepulangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak calon Pekerja Migran Indonesia berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural. Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap pekerja migran memperoleh perlindungan menyeluruh selama proses penempatan hingga kepulangan.
Menurut Muhaimin, calon PMI harus memiliki keterampilan memadai serta memahami sistem perlindungan sejak persiapan keberangkatan hingga kepulangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penipuan sekaligus memastikan pekerja migran memperoleh perlindungan secara menyeluruh selama bekerja.
“Adik-adik yang akan bekerja ke luar negeri harus betul-betul mengerti kebutuhan pokoknya. Yakni resmi, prosedural, dengan syarat keterampilan atau skill yang memadai,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Muhaimin menegaskan calon pekerja migran wajib memahami mekanisme perlindungan sejak pelatihan, penempatan, hingga kepulangan ke Indonesia. Pemahaman tersebut penting agar pekerja migran terhindar dari praktik penipuan dan memperoleh perlindungan selama bekerja di luar negeri.
“Calon pekerja migran harus memahami sistem perlindungan sejak persiapan, pelatihan, penempatan, hingga kembali ke Tanah Air. Langkah itu penting agar tidak menjadi korban penipuan dan tetap terlindungi selama seluruh proses penempatan,” ucapnya.
Pemerintah membangun ekosistem penempatan talenta global melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, pembiayaan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Program tersebut mendapat dukungan Presiden serta dijalankan Kementerian P2MI untuk menyiapkan talenta Indonesia memasuki pasar kerja internasional.
Pemerintah memperkirakan lebih dari Rp3 triliun anggaran terserap pada tahun ini untuk pengembangan talenta global. Hingga 2029, dukungan pembiayaan program tersebut disiapkan mencapai Rp30 triliun.
“Kita tidak ingin ada lagi pekerja migran yang berangkat tanpa melalui prosedur yang benar. Banyak korban terjadi karena berangkat secara ilegal. Sehingga tidak mendapatkan perlindungan, pelayanan, maupun pendampingan yang semestinya,” ucap Muhaimin menegaskan.
Menurut Muhaimin, pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha agar proses penempatan pekerja migran menjadi bagian dari ekosistem yang terintegrasi. Ia optimistis talenta muda Indonesia mampu bersaing di pasar kerja global dengan penguatan kompetensi, keterampilan, dan kemampuan bahasa asing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....