Puskes TNI Perkuat Ketahanan Bangsa Melalui Layanan Kesehatan Masyarakat
- 17 Jul 2026 19:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pusat Kesehatan TNI meningkatkan pelayanan kesehatan melalui fasilitas yang tersebar di berbagai daerah.
- Kehadiran TNI dalam sektor kesehatan melalui layanan seperti penanganan darurat, edukasi medis, dan layanan pengobatan lainnya.
- Kasubbidkeskurehab Bidyankesin Puskes TNI menekankan bahwa menjaga kesehatan masyarakat adalah prioritas strategis dalam memperkuat ketahanan negara.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pusat Kesehatan (Puskes) TNI terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa. Melalui fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai daerah, Puskes TNI menghadirkan layanan medis, edukasi kesehatan, dan penanganan darurat.
“Kehadiran TNI bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga ikut memastikan rakyat hidup sehat, aman, dan terlindungi. Kesehatan masyarakat adalah bagian dari ketahanan negara, sehingga kebutuhan kesehatan rakyat adalah pengabdian untuk negeri,” kata Kasubbidkeskurehab Bidyankesin Puskes TNI, Letkol Laut (K) Yohanes Ari Setya, saat berbincang bersama Pro3 RRI, Jakarta, Jumat 17 Juli 2026.
Yohanes menjelaskan Puskes TNI bersama fasilitas kesehatan TNI saat ini memberikan pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut meliputi 129 Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) dan 654 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Saat ini faskes jajaran TNI memiliki 129 FKTL dan 654 FKTP yang tergelar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, faskes TNI dapat memberikan bantuan tenaga medis di daerah yang minim fasilitas,” ucapnya.
Ia menyebutkan sejumlah program Puskes TNI, seperti imunisasi, pencegahan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Bakti kesehatan juga rutin dilaksanakan, seperti pengobatan gratis, donor darah, operasi katarak, sunatan massal, hingga layanan medis keliling.
Puskes TNI juga bersinergi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, PMI, dan BNPB agar jangkauan layanan kesehatan semakin luas. Yohanes juga menyebut Puskes TNI telah memiliki Emergency Medical Team (EMT) untuk menghadapi bencana dan krisis kesehatan.
“Puskes TNI dan puskes angkatan sudah memiliki EMT yang siap digerakkan ke seluruh wilayah. TNI bekerja sama dengan puskes, kemenkes, dan elemen lain, siap mendukung penanggulan bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan menilai peran Puskes TNI penting untuk ancaman nonmiliter, seperti pandemi, wabah penyakit, hingga bencana. Menurutnya, ancaman tersebut memerlukan kesiapan sistem kesehatan nasional yang didukung kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI.
“Tugas saya bersama Puskes TNI nanti untuk memastikan bahwa TNI dibina untuk siap mengadapi ancaman non-militer. Ancaman itu sifatnya tidak terlihat, tapi mengancam keselamatan bangsa, seperti virus,” ucap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dikutip Kemenkes, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, peran TNI dalam menangani pandemi COVID-19 dan operasi kemanusiaan menunjukkan kapasitas untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional. Karena itu, sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Puskes TNI perlu diperkuat agar siap menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
(Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....