Haedar Nashir Minta Dakwah Muhammadiyah Harus Membawa Solusi
- 25 Jun 2026 01:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan dakwah yang inklusif dan menjawab tantangan zaman terus diwujudkan melalui berbagai pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Komitmen ini dilakukan secara nyata oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang aktif membina berbagai kelompok akar rumput hingga komunitas marjinal.
Upaya tersebut dipaparkan oleh jajaran pengurus LDK PWM Jawa Tengah (Jateng) saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Yogyakarta pada Sabtu, 20 Juni pekan lalu.
Dalam kesempatan itu, LDK PWM Jateng menyampaikan berbagai program dakwah yang selama ini dijalankan, mulai dari pendampingan mualaf di wilayah pedalaman, pembinaan mantan narapidana terorisme (eks napiter), hingga penguatan dakwah melalui komunitas-komunitas seperti BikersMu yang merupakan wadah bagi pecinta otomotif Muhammadiyah.
Selain itu, pendekatan dakwah kultural juga terus dikembangkan melalui media seni dan budaya, salah satunya dengan menggelar pertunjukan wayang kulit di daerah-daerah pelosok. Strategi tersebut dilakukan sebagai ikhtiar menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Menanggapi paparan tersebut, Haedar Nashir memberikan apresiasi atas kreativitas dan keberanian LDK PWM Jawa Tengah dalam mengembangkan model dakwah yang adaptif, inklusif, dan membumi.
Menurutnya, perubahan sosial yang berlangsung cepat akibat dinamika global dan perkembangan teknologi menuntut para pendakwah untuk terus berinovasi dalam metode dan pendekatan dakwah.
“Dinamika global dan perkembangan teknologi menuntut para pendakwah untuk mengubah total pola pikir lama. Maka, dakwah Muhammadiyah harus menjadi dakwah yang menggembirakan, mencerahkan, menenangkan, dan memberikan harapan kepada masyarakat,” ujar Haedar.
Ia menilai masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret atas berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, dakwah Muhammadiyah perlu dikembangkan menjadi gerakan yang memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok-kelompok yang rentan dan termarjinalkan.
Haedar juga mendorong agar para pendakwah memperluas cakupan pelayanan sosial dengan menghadirkan berbagai bentuk pendampingan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk bantuan hukum, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas komunitas.
“Maka dakwah harus hadir di tengah kehidupan masyarakat dengan membawa solusi, bukan sekadar menyampaikan ceramah,” kata dia.
Haedar berharap berbagai inovasi yang dilakukan LDK PWM Jawa Tengah dapat menjadi inspirasi bagi lembaga dakwah komunitas Muhammadiyah di berbagai daerah. Dengan pendekatan yang inklusif, memberdayakan, dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, dakwah Muhammadiyah diharapkan semakin mampu menghadirkan Islam yang berkemajuan sekaligus menjadi rahmat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....