Kemenperin Perkuat SDM Vokasi menuju WorldSkills ASEAN 2027
- 12 Jun 2026 20:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin memperkuat kompetensi tenaga pendidik vokasi industri untuk mendukung transformasi digital dan menyiapkan talenta menuju WorldSkills ASEAN 2027.
- BPSDMI Kemenperin bekerja sama dengan PT Festo menggelar Workshop Industry 4.0 Skills guna meningkatkan kapasitas guru dan dosen vokasi.
- Program ini menjadi bagian penjaringan talenta industri 4.0 sekaligus mendukung penguatan daya saing SDM manufaktur Indonesia di tingkat global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia vokasi industri untuk menghadapi transformasi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik sekaligus menyiapkan talenta menuju WorldSkills ASEAN 2027.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pembangunan SDM industri menjadi kunci daya saing manufaktur. Sektor industri pengolahan nonmigas berkontribusi 19,07 persen terhadap PDB nasional pada triwulan pertama.
Industri pengolahan nonmigas juga menyerap tenaga kerja hingga mencapai 20,26 juta orang. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi SDM industri secara berkelanjutan.
“Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi mendukung pembangunan nasional dan transformasi Making Indonesia 4.0,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, BPSDMI Kemenperin menjalin kolaborasi strategis bersama PT Festo. Kerja sama diwujudkan melalui Workshop Industry 4.0 Skills-1 yang digelar secara daring.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 20 hingga 21 Mei 2026 bagi tenaga pendidik. Workshop menjadi bagian peningkatan kapasitas guru dan dosen lingkungan pendidikan vokasi industri.
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah lanskap industri global. Karena itu, pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri masa depan.
“BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis industri dan perluasan kolaborasi strategis global,” ujar Doddy.
Menurut Doddy, workshop tersebut memperkuat pemahaman peserta terhadap teknologi manufaktur modern yang berkembang. Kegiatan itu juga menjadi proses penjaringan talenta menuju WorldSkills ASEAN 2027.
Kerja sama tersebut mendapat dukungan penuh dari PT Festo sebagai mitra industri. Perusahaan berkomitmen mendukung percepatan transformasi industri melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik vokasi.
“Melalui pembekalan otomasi cerdas dan digitalisasi manufaktur, kami memastikan guru dan dosen memiliki kapabilitas global. Kapabilitas tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing pada era industri masa depan,” ujar Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto.
Kepala PPPVI BPSDMI Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari berharap peserta memperluas pemahaman teknologi industri. Pemahaman tersebut mencakup otomasi industri, digitalisasi manufaktur, dan pembelajaran berbasis kebutuhan industri.
Wulan juga berharap guru dan dosen melakukan seleksi peserta potensial secara berkelanjutan. Mereka dipersiapkan untuk mewakili Indonesia pada ajang WorldSkills ASEAN Tahun 2027.
“Kami berharap guru dan dosen peserta workshop dapat melakukan seleksi siswa dan mahasiswa potensial. Peserta terpilih akan dipersiapkan mewakili Indonesia pada WorldSkills ASEAN 2027 bidang Industri 4.0,” ujar Wulan.
Penguatan kompetensi tenaga pendidik menjadi langkah strategis menjaga kualitas pendidikan vokasi industri. Pada 2025, unit pendidikan vokasi Kemenperin meluluskan 5.472 lulusan kompeten berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....