Program Pipanisasi TNI Capai Ribuan Titik Lokasi
- 10 Jun 2026 09:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghadap Presiden Prabowo Subianto
- 2. Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor mendekati 2.000 lokasi
- 3.TNI terus berkontribusi dalam memperkuat pemerataan pembangunan, membangun kontektivitas antar daerah
RRI.CO.ID, Jakarta- Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mendekati 2.000 titik. Program tersebut dibangun di daerah yang mengalami keterbatasan akses air bersih di sejumlah daerah di Indonesia.
Penjelasan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan TNI di Istana Merdeka, Selasa, 9 Juni 2026. Pimpinan TNI tersebut adalah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Letjen TNI Tandyo Budi Revita, serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
“Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih juga terus ditingkatkan. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga,” kata Seskab Teddy, dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.
Seskab Teddy mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan program strategis TNI lainnya yang mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut yakni akses listrik bagi masyarakat di Papua.
Akses listrik sangat krusial bagi masyarakat Papua sehingga keberhasilan TNI dalam menghadirkan akses listrik patut diapresiasi. Kini program tersebut telah menjangkau lebih dari 200 desa dan jumlah tersebut akan terus bertambah.
Selanjutnya perkembangan pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang berfungsi menghubungkan desa-desa di berbagai wilayah Indonesia. “Saat ini telah mendekati 2.000 titik,” ungkap Seskab Teddy.
Kasad juga melaporkan perkembangan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan personel TNI sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pokok pertahanan negara di seluruh wilayah Indonesia. Melalui berbagai program tersebut, TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Melalui berbagai program tersebut, TNI terus berkontribusi dalam memperkuat pemerataan pembangunan. Selanjutnya meningkatkan konektivitas antardaerah, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke wilayah terpencil,” ujar Seskab Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....