Menbud Fadli Luncurkan Buku Antologi Puisi 'Mimpi-Mimpi yang Kupelihara'
- 03 Jun 2026 23:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli Zon meluncurkan antologi puisi "Mimpi-Mimpi yang Kupelihara" yang memuat karya-karyanya dari periode 1983–1991.
- Puisi memiliki peran penting dalam membangun peradaban, memperkuat identitas budaya, merekam pengalaman batin, serta menjadi sarana refleksi dan kritik sosial
- Fadli berharap generasi muda semakin dekat dengan dunia sastra dan menjadikan menulis sebagai ruang ekspresi serta refleksi diri
- Penyair Seno Gumira Ajidarma menilai menulis puisi merupakan kebutuhan batin untuk menangkap dan memaknai kehidupan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon meluncurkan antologi puisi 'Mimpi-Mimpi yang Kupelihara'. Buku tersebut merupakan kumpulan puisi yang merekam perjalanan kreatifnya sejak masa anak-anak, remaja hingga awal menjadi mahasiswa.
Ia menjelaskan, bahwa kumpulan puisi ini memuat beragam tema yang merefleksikan pengalaman personal, dan kenangan masa kecil. Adapun kegelisahan intelektual, kecintaan pada alam, hingga renungan sosial yang mulai tumbuh pada masa pembentukan karakter.
"Buku ini menghimpun puisi-puisi yang ditulis dalam rentang waktu 1983–1991 dan menjadi penanda penting perjalanan kepenyairannya. Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembaca," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa puisi merupakan medium sastra yang penting dalam membangun peradaban dan memperkuat identitas budaya bangsa. Karya sastra tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreatif, tetapi juga sarana untuk merekam memori kolektif, dan memperluas wawasan kemanusiaan.
"Puisi adalah medium sastra yang penting karena mampu menangkap hal-hal yang sering kali luput dari bahasa sehari-hari. Melalui puisi, kita dapat merekam pengalaman batin, menyampaikan harapan, kegelisahan, bahkan kritik sosial dengan cara yang lebih reflektif," ucapnya.
Ia berharap penerbitan buku ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra. Serta menjadikan menulis sebagai ruang ekspresi dan refleksi diri.
Sebagai informasi, buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul 'Dreams I Keep: A Collection of Poems, 1983–1991'. Horison dan Fadli Zon Library juga diketahui telah bekerja sama untuk menghadirkan dokumentasi penting perjalanan sastra Fadli Zon.
Tidak hanya itu, peluncuran buku ini juga merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-55 Fadli Zon. Baginya, puisi adalah medium sastra yang mampu menangkap hal-hal seringkali luput dalam bahasa sehari-hari.
"Melalui sastra, kita merawat bahasa, merekam perjalanan zaman, dan memperkaya perspektif kebangsaan. Karena itu, penguatan ekosistem sastra harus menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia," ucap Menbud Fadli.
Sementara itu, Penyair Seno Gumira Ajidarma mengatakan bahwa menulis puisi merupakan bentuk dari ekspresi diri. Serta respons terhadap kehidupan dan upaya perlawanan terhadap kematian budaya.
"Menulis adalah sebuah kebutuhan batin untuk menangkap momen dan menyelesaikannya melalui kata-kata. Belajarlah menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....