Presiden Tekankan Pemerataan Jadi Tantangan Penerapan Ekonomi Pancasila

  • 02 Jun 2026 14:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menyebut pembangunan ekonomi sesuai nilai Pancasila masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia.
  • Presiden mengajak seluruh pihak jujur menilai apakah pertumbuhan ekonomi telah dirasakan merata dan adil.
  • Presiden menegaskan Pancasila harus menjadi pedoman pembangunan ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan penerapan pembangunan ekonomi yang sesuai nilai-nilai Pancasila masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia. Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi harus mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Presiden mengakui perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan dalam beberapa dasawarsa terakhir. “Tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Presiden dalam amanatnya pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

“Apakah pertumbuhan itu sudah merata?, apakah sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?. Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujar Presiden.

Kepala Negara menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam terbesar di dunia.

Menurut Presiden, Indonesia menjadi produsen berbagai komoditas strategis yang dibutuhkan dunia modern. Komoditas tersebut meliputi tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, hingga kelapa sawit.

“Kita adalah salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, seperti tembaga, timah, emas, dan logam tanah jarang. Kita juga produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, serta komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan Pancasila lahir dari sejarah panjang, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila harus menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Presiden mengatakan Pancasila merupakan konsensus agung yang mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam. “Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar menjadi slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara,” ujarnya.

Presiden menegaskan Pancasila harus menjadi pedoman dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Termasuk menjadi landasan dalam membangun sistem ekonomi nasional yang adil dan berpihak kepada rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....