JAKTV Minta Maaf Usai Tayangkan Konten Bermuatan Asusila
- 01 Jun 2026 21:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Publik sempat dibuat geger setelah stasiun televisi lokal JAKTV secara tiba-tiba menayangkan materi visual tidak senonoh.
- Peristiwa itu terjadi pada siaran pagi, Senin 1 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.
- Saat ini tim internal JAKTV masih melakukan investigasi mendalam terkait dugaan peretasan sistem siaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Publik sempat dibuat geger setelah stasiun televisi lokal JAKTV secara tiba-tiba menayangkan materi visual tidak senonoh. Peristiwa itu terjadi pada siaran pagi, Senin 1 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.
Tayangan yang diduga muncul akibat gangguan sistem keamanan atau kesalahan teknis tersebut langsung memicu reaksi luas di media sosial. Dalam hitungan menit, berbagai unggahan warganet bermunculan dan mempertanyakan bagaimana konten tersebut bisa lolos hingga mengudara di layar televisi.
Peristiwa itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah sejumlah penonton menyadari adanya kejanggalan dalam siaran yang tengah berlangsung. Banyak pengguna media sosial X mengaku terkejut, bahkan beberapa di antaranya sempat merekam momen tersebut sebelum akhirnya tayangan dihentikan.
Tak sedikit warganet yang mengkritik lambatnya respons stasiun televisi dalam menangani insiden tersebut. Mereka menilai tayangan bermuatan asusila itu seharusnya bisa segera diputus untuk mencegah lebih banyak pemirsa menyaksikannya.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, manajemen JAKTV bergerak cepat dengan menghentikan tayangan bermasalah serta melakukan pengamanan terhadap sistem siaran mereka. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin (1/6/2026), pihak JAKTV menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemirsa atas insiden yang terjadi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa. Khususnya, keluarga dan orang tua yang merasa tidak nyaman, terkejut, maupun khawatir akibat kejadian ini," demikian pernyataan resmi JAKTV.
Manajemen juga menegaskan bahwa materi visual yang muncul bukan merupakan bagian dari program maupun konten resmi yang diproduksi dan ditayangkan oleh stasiun televisi tersebut.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, kami menegaskan bahwa materi tersebut bukan merupakan bagian dari program, materi editorial, maupun tayangan resmi JAKTV," tulis manajemen.
Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan adanya gangguan keamanan pada sistem siaran yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Namun, JAKTV menegaskan tetap bertanggung jawab sebagai lembaga penyiaran dan sedang melakukan penelusuran menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Saat ini tim internal JAKTV masih melakukan investigasi mendalam terkait dugaan peretasan sistem siaran. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan secara tepat dan transparan.
Sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat, JAKTV menyatakan akan terus menjaga ruang siar yang aman dan sehat. Serta sesuai dengan ketentuan penyiaran yang berlaku di Indonesia.
Pihak televisi tersebut turut mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat yang membantu mempercepat proses penanganan insiden. JAKTV berjanji akan menyampaikan perkembangan hasil investigasi melalui kanal resmi mereka setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
"Kami berterima kasih atas perhatian, laporan, dan kepedulian masyarakat. Serta akan menyampaikan pembaruan informasi melalui kanal resmi JAKTV," tutup pernyataan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....