Tradisi Meugang Aceh Rawat Solidaritas saat Iduladha

  • 30 Mei 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Meugang adalah bentuk kepedulian pemerintah kerajaan menyalurkan daging kepada masyarakat.
  • Meugang kini menjadi simbol kemapanan finansial, terutama bagi laki-laki dalam keluarga Aceh menjelang lebaran besar.
  • Tradisi meugang di Aceh dinilai bukan hanya sekadar budaya turun-temurun menjelang Ramadan maupun hari besar Islam, tetapi juga memiliki makna sosial dan nilai kepedulian yang kuat di tengah masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Bidang Adat Istiadat MAA Kota Lhokseumawe,Teungku Adnan Yahya, memaparkan tradisi Meugang masyarakat Aceh menjelang Iduladha. Meugang adalah bentuk kepedulian pemerintah kerajaan menyalurkan daging kepada masyarakat.

Teungku Adnan menerangkan Meugang kini menjadi simbol kemapanan finansial, terutama bagi laki-laki dalam keluarga Aceh menjelang lebaran besar. “Kalau tidak membawa daging Meugang, rasanya ada yang kurang secara sosial,” kata Teungku Adnan kepada PRO3 RRI.

Tradisi Meugang di Aceh dinilai bukan hanya sekadar budaya turun-temurun menjelang Ramadan maupun hari besar Islam, tetapi juga memiliki makna sosial dan nilai kepedulian yang kuat di tengah masyarakat.

Dalam bahasa Aceh, Meugang berarti makan besar bersama keluarga dan kerabat. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Kerajaan Aceh dan dipandang sebagai bagian budaya lokal yang kuat.

Ia memandang pemerintah perlu menghadirkan pasar daging murah, terutama setelah banjir menekan ekonomi sebagian masyarakat Aceh tahun lalu. “Filosofi Meugang mencakup saving (menabung), sharing (berbagi), dan solidaritas masyarakat,” ucapnya.

Teungku Adnan mengatakan tradisi Meugang masih hidup, ketika warga membeli daging dua hari sebelum perayaan berlangsung di pasar. Namun, ia mengingatkan nilai filantropi seharusnya tumbuh setiap hari, bukan hanya menjelang Idul Adha dalam masyarakat Aceh kini.

Ia turut mengulas peran Majelis Adat Aceh mengenalkan sejarah Meugang melalui program Saweu Sikula kepada pelajar dan mahasiswa. Teungku Adnan berharap generasi muda menjaga tradisi, sekaligus menghidupkan kedermawanan, solidaritas, dan kepedulian sosial bersama di Aceh berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....