Isu Defisit APBN 2026 Menguat, DPR Minta Publik Tak Khawatir

  • 20 Mei 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tugas kita adalah bagaimana ketidakpastian itu di-manage dengan baik,
  • Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menjawab, rasa khawatir masyarakat terkait isu defisit APBN 2026 karena ketidakpastian global.
  • Misabakhun menilai, ketidakpastian dalam ekonomi merupakan sebuah keniscayaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menjawab, rasa khawatir masyarakat terkait isu defisit APBN 2026 karena ketidakpastian global. Misbakhun menjelaskan, aturan tingkat defisit APBN yang ditetapkan pemerintah yakni di bawah tiga persen.

Misabakhun menilai, ketidakpastian dalam ekonomi merupakan sebuah keniscayaan. Apalagi situasi geopolitik saat ini, memberikan sebuah indikator-indikator bahwa ketidakpastian itu terjadi setiap saat.

"Sampai sekarang undang-undangnya mengatakan seperti itu, dan kesepakatan politiknya belum ada keinginan untuk merubah soal defisit. Tugas kita adalah bagaimana ketidakpastian itu di-manage dengan baik," ucap Misbakhun.

Terkait tantangan global, Ketua DPP Golkar ini menyinggung, langkah Presiden AS Donald Trump dan Iran yang ingin melakukan gecantan senjata. Dalam gencatan senjata itu, kedua belah pihak sampai saat ini belum menemukan titik temu yang pasti.

"Bayangkan, hari ini Trump membicarakan soal gencatan senjata, Iran-nya tidak mau. Iran mau gencatan senjata, Trump-nya tidak mau, tidak ada yang bisa memastikan situasi ketidakpastian itu di dalam ekonomi," ujar Misbakhun.

Dalam menghadapi situasi global saat ini, ia menuturkan, sektor keuangan di Indonesia perlu membuat strategi jitu. Demi, ketidakpastian global itu bisa diredam dengan meminimalisir risiko.

"Tinggal bagaimana para 'policymaker' di sektor keuangan, ekonomi dan sebagainya, paham bahwa ketidakpastian ini harus di-manage dengan baik. Termasuk risikonya, peluangnya, dan kemudian hal-hal yang harus diantisipasi secara jangka pendek dan jangka menengah," kata Misbakhun.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Presiden hadir untuk menghadiri Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara DPR RI.

Presiden Prabowo tiba di Gedung DPR RI sekitar pukul 09.30 WIB. Selain disambut langsung Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Wakil Presiden serta para Wakil Pimpinan DPR RI.

Prosesi penyambutan berlangsung di area depan Gedung Kura-Kura dengan jajaran pasukan kehormatan. Presiden Prabowo tampak berjalan berdampingan dengan Puan Maharani melewati karpet merah menuju ruang sidang paripurna.

Dalam penyambutan tersebut, Puan Maharani mengenakan busana bernuansa hijau muda. Penampilannya dipadukan dengan rambut yang diikat sederhana saat mendampingi Presiden memasuki gedung parlemen.

Rapat paripurna tersebut menjadi perhatian karena Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan kerangka ekonomi makro pemerintah dan pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN Tahun 2027. Agenda itu juga disebut menjadi kehadiran perdana Presiden Prabowo dalam sidang paripurna DPR RI sejak menjabat kepala negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....