Kemenbud Berencana Pasang Patung Penyair Chairil Anwar di Rusia
- 29 Apr 2026 00:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melalui Fadli Zon merencanakan pemasangan patung Chairil Anwar di Rusia sebagai langkah diplomasi budaya.
- Rencana ini menjadi bentuk timbal balik atas kontribusi Rusia yang menghadirkan patung Leo Tolstoy ke Universitas Indonesia.
- Chairil Anwar dinilai sebagai pelopor Angkatan ’45 dengan karya yang tetap relevan dan membentuk identitas budaya Indonesia lintas generasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan berencana memasang patung Chairil Anwar di Rusia. Rencana tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon dalam peringatan Hari Puisi Nasional 2026.
Rusia sebelumnya menyumbangkan patung Leo Tolstoy ke Universitas Indonesia. Tolstoy adalah sastrawan besar Rusia abad ke-19 dengan karyanya antara lain novel "Anba Karenina".
Kehadiran patung Chairil Anwar di Rusia diharapkan dapat memperkenalkan khazanah sastra Indonesia di dunia. "Patung Chairil Anwar direncanakan ditempatkan di universitas yang memiliki kajian Bahasa Indonesia," kata ," ujar Fadli Zon.
Dalam keterangan pers, Selasa, 28 April 2026, Menbud mengatakan kajian bahasa Indonesia di Rusia ada di St. Petersburg atau Moskow, Bahasa Indonesia mulai diajarkan di Rusia sejak 1955 setelah kunjungan Presiden Sukarno.
"
Menteri Kebudayaan menambahkan, Chairil Anwar tokoh penting sejarah sastra Indonesia dan dikenal sebagai pelopor Angkatan ’45. Karya-karyanya dinilai memiliki pengaruh besar dan tetap relevan hingga kini.
"Chairil Anwar, yang wafat pada usia 27 tahun, telah menghasilkan puluhan puisi. Puisi tersebut terus menjadi inspirasi lintas generasi," katanya.
Sebelumnya, Menbud Fadli bersama sejumlah sastrawan berziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak. Kegiatan itu rangkaian Hari Puisi Nasional, bertepatan dengan wafatnya Chairil Anwar pada 28 April 1949 lalu.
Kritikus Sastra Universitas Indonesia, Maman Mahayana, mengatakan karya Chairil Anwar turut membentuk cara berpikir dan bersikap masyarakat. "Karya Chairil Anwar yang melahirkan identitas budaya Angkatan ’45," ucapnya.
Putri Chairil Anwar, Evawani Alissa, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian semua pihak. Masyarakat terus mengenang karya ayahnya, meskipun telah 76 tahun berlalu sejak kepergiannya.
Chairil Anwar lahir di Medan 26 Juli 1922 dan meninggal di Jakarta 28 April 1949. Tanggal kematianya itu kemudian dijadikan sebagai Hari Puisi Nasional.
Puisi Chairil Anwar yang terkenal berjudul "Aku". Dengan puisi itu ia kemudian di juluki sebagai "si binatang jalang", mengutip penggalan puisi "Aku".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....