Angelia Pukau Penonton dengan Busana Cap Go Meh di Preliminary Putri Indonesia
- 24 Apr 2026 21:06 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Putri Indonesia 2026
- Preliminary
- Busana Cap Go Meh
RRI.CO.ID, Jakarta - Penampilan memukau ditunjukkan oleh Puteri Indonesia Kalimantan Barat 1 Tahun 2026, Angelia Meryciana, saat tampil dalam sesi busana tradisional pada ajang Preliminary Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, 21 April 2026. Dengan balutan kostum bertema Cap Go Meh, Angelia sukses mencuri perhatian penonton dan menjadi salah satu sorotan dalam malam tersebut.
Busana yang dikenakan Angelia tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga sarat akan nilai budaya. Penampilannya menjadi momen penting untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Kalimantan Barat di panggung nasional. Keanggunan dan pembawaan dirinya di atas panggung dinilai mampu merepresentasikan identitas budaya daerah secara kuat dan elegan.
Kostum bertema Cap Go Meh tersebut merupakan karya desainer muda asal Kalimantan Barat, Welly Winald. Karyanya berhasil menarik perhatian publik dan bahkan masuk dalam daftar “hot picks” untuk kategori Best Traditional Costume di Puteri Indonesia 2026. Detail kostum yang kaya warna dan ornamen mencerminkan kemeriahan serta makna filosofis dari perayaan Cap Go Meh.
Welly Winald mengungkapkan bahwa karyanya terinspirasi dari keinginan untuk lebih memperkenalkan budaya Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih luas. Ia menekankan bahwa Festival Cap Go Meh merupakan salah satu perayaan penting yang telah dikenal hingga mancanegara.
“Saya ingin memperkenalkan bahwa di Kalimantan Barat terdapat festival besar yang telah diakui dunia, yaitu perayaan penutupan Tahun Baru Imlek,” ujar Welly.
Ia menjelaskan bahwa Festival Cap Go Meh identik dengan pawai ribuan Tatung, yakni para peserta yang dipercaya dirasuki roh leluhur. Selain itu, perayaan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan naga, barongsai, serta lampion yang menghiasi langit di wilayah garis Khatulistiwa.
Menurut Welly, Cap Go Meh bukan sekadar festival tahunan, melainkan simbol kehidupan dan identitas masyarakat Kalimantan Barat. Ia menggambarkan perayaan tersebut sebagai denyut nadi budaya yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
“Ketika ribuan roh leluhur hadir dalam harmoni pawai Tatung, diiringi liukan naga dan barongsai, serta cahaya lampion yang menerangi bumi Khatulistiwa, kita diingatkan bahwa warisan budaya tidak akan pernah padam,” ucapnya.
Penampilan Angelia Meryciana bersama karya Welly Winald menjadi bukti bahwa ajang kecantikan tidak hanya menampilkan pesona fisik, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk mengangkat dan melestarikan budaya Nusantara di mata nasional maupun internasional.
Baca juga: Potret Puteri Indonesia Kalimantan Barat 1 2026, Anggelia Maryciana
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....