KemenPPPA Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dua PRT Jatuh di Jakpus

  • 24 Apr 2026 18:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus jatuhnya dua pekerja rumah tangga di Bendungan Hilir.
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa dua pekerja rumah tangga jatuh di Jakarta Pusat.
  • Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa majikan dua pekerja rumah tangga yang melompat dari lantai empat kos di Bendungan Hilir.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus jatuhnya dua pekerja rumah tangga di Bendungan Hilir. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa dua pekerja rumah tangga jatuh di Jakarta Pusat.

“Kami sangat prihatin dan berduka atas peristiwa ini. Kami mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan berperspektif korban,” kata Arifah Fauzi saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Dalam kejadian itu, Arifah menyebut satu korban korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sementara, satu korban selamat tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mintoharjo.

“Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan kepolisian. Sejumlah pihak, termasuk majikan korban, telah dimintai keterangan,” ucap Arifah menjelaskan.

Ia menekankan pekerja rumah tangga merupakan kelompok rentan yang berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi. Menurut Arifah, pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) harus menjadi momentum memperkuat perlindungan menyeluruh bagi PRT.

“Pekerja rumah tangga berhak hidup aman dan bekerja secara layak. Penguatan perlindungan harus menjadi komitmen bersama,” kata Arifah menutup.

Sementara, Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa majikan dua pekerja rumah tangga yang melompat dari lantai empat kos di Bendungan Hilir. “Majikannya masih diperiksa di Polda, di Subdirektorat Kejahatan dan kekerasan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

Roby menyatakan dari dua PRT yang melompat, satu orang di antaranya meninggal dunia. Sementara, satu orang lainnya tengah dirawat di rumah sakit akibat menderita luka-luka.

“Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 22 April 2026, antara pukul 23.00 hingga 00.00 WIB. Karena korban yang masih hidup masih dalam perawatan, jadi belum bisa kami minta keterangan,” ujar Roby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....