Rorotan Jadi Model Nasional, KLH Uji Skema Pilah Sampah Berbasis Warga

  • 19 Apr 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Lingkungan Hidup menjadikan Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, sebagai percontohan gerakan pilah sampah dari sumbernya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mulai menguji pendekatan berbasis masyarakat dalam pengelolaan sampah secara nasional. Salah satunya dengan menjadikan Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, sebagai percontohan gerakan pilah sampah dari sumbernya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono, mengatakan keberhasilan Rorotan tidak hanya penting bagi wilayah setempat. Menurut dia, ini juga sebagai model yang bisa direplikasi secara luas.

“Rorotan ini didorong untuk menjadi contoh,” katanya di RDF Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, 18 April 2026. “Di sini sudah berjalan pemilahan dari rumah, ada bank sampah, dan sistemnya sudah tertata, yang akan diimplementasikan di wilayah lain.”

Menurut Diaz, pendekatan berbasis warga menjadi elemen krusial dalam transformasi pengelolaan sampah nasional. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, sampah dapat dipilah sejak awal sehingga hanya residu yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Skema ini dinilai mampu mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pengangkutan. Selain itu menekan potensi bau dari sampah yang tidak terpilah.

Untuk mendukung implementasi tersebut, KLH telah menyalurkan berbagai sarana di Rorotan. Mulai dari ratusan drop point, ribuan ember pemilah, hingga ratusan unit lodong sisa dapur (losida) untuk pengolahan sampah organik.

“Kami menargetkan model serupa dapat diterapkan sedikitnya di 30 kelurahan se-Jakarta Utara sebagai tahap awal replikasi,” ujarnya. Jika berhasil, pendekatan ini akan diperluas ke daerah lain sebagai bagian dari strategi nasional pengelolaan sampah.

Di sisi lain, hal ini berjalan seiring dengan penghentian praktik open dumping yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Kombinasi antara kebijakan struktural dan perubahan perilaku masyarakat ini membuat Wamen LH optimistis target pengelolaan sampah nasional dapat tercapai.

“Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan di hilir, tetapi juga mendorong perubahan dari hulu,” ujarnya. Ini juga menjadikan masyarakat sebagai aktor utama dalam sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....