Mengulas Sejarah Kopassus Diperingati setiap 16 April

  • 16 Apr 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tanggal 16 April diperingati sebagai Hari Kopassus ke-74 pada 2026.
  • Kopassus lahir dari kebutuhan menghadapi ancaman pemberontakan pasca kemerdekaan.
  • Kini menjadi pasukan elite TNI AD dengan peran militer dan kemanusiaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 16 April diperingati sebagai Hari Komando Pasukan Khusus atau Kopassus setiap tahunnya. Pada 2026, satuan elite Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) ini genap berusia 74 tahun.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Kopassus dalam menjaga kedaulatan negara. Selain itu, hari ini juga menegaskan peran strategis pasukan khusus dalam berbagai operasi militer Indonesia.

Melansir dari laman TNI AD, sejarah Kopassus berawal dari kondisi Indonesia pada awal 1950-an. Saat itu, negara menghadapi berbagai pemberontakan yang mengancam stabilitas nasional dan keutuhan wilayah.

Salah satu peristiwa penting adalah pemberontakan Republik Maluku Selatan pada 1950 yang cukup menyita perhatian militer. Situasi tersebut mendorong perlunya pasukan khusus dengan kemampuan tempur lebih adaptif dan cepat.

Letkol Slamet Riyadi menjadi tokoh yang mengusulkan pembentukan pasukan khusus untuk menghadapi kondisi tersebut. Ia menilai metode operasi militer konvensional tidak efektif menghadapi musuh di medan sulit.

Gagasan tersebut menekankan pentingnya pasukan kecil yang terlatih dalam infiltrasi dan serangan mendadak. Namun, Slamet Riyadi gugur dalam pertempuran di Ambon pada 4 November 1950.

Ide pembentukan pasukan khusus kemudian dilanjutkan oleh Kolonel A.E. Kawilarang hingga terealisasi secara resmi. Melalui instruksi militer pada 16 April 1952, dibentuk Kesatuan Komando Teritorium III di Batujajar.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kopassus yang diperingati hingga saat ini. Komandan pertama satuan ini adalah Mayor Moch Idjon Djanbi yang berpengalaman dalam operasi khusus.

Pada tahap awal, satuan ini berada di bawah Divisi Siliwangi sebagai pasukan pemukul cepat. Fungsi utamanya adalah menghadapi situasi darurat dengan mobilitas tinggi dan kemampuan tempur khusus.

Seiring perkembangan waktu, satuan ini mengalami beberapa kali perubahan nama dalam struktur organisasi militer. Mulai dari Korps Komando Angkatan Darat hingga Komando Pasukan Sandhi Yudha.

Sejak 1985, satuan ini resmi menggunakan nama Komando Pasukan Khusus atau Kopassus hingga sekarang. Dalam struktur modern, Kopassus berada di bawah Komando Utama Tempur TNI Angkatan Darat.

Kopassus dikenal memiliki proses seleksi yang sangat ketat bagi setiap calon prajuritnya. Mereka harus melewati uji fisik, mental, serta kemampuan tempur di berbagai kondisi ekstrem.

Latihan tersebut mencakup kemampuan para komando, survival, serta operasi di berbagai medan seperti hutan dan perkotaan. Kemampuan ini menjadi ciri khas Kopassus sebagai pasukan elite dengan mobilitas tinggi.

Sepanjang sejarahnya, Kopassus terlibat dalam berbagai operasi penting di Indonesia. Di antaranya penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta serta operasi militer lainnya.

Kopassus juga berperan dalam Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat dari penjajahan. Selain itu, satuan ini terlibat dalam operasi lintas batas saat konfrontasi Indonesia dan Malaysia.

Salah satu operasi paling dikenal adalah pembebasan sandera pesawat Garuda Indonesia di Woyla pada 1981. Operasi tersebut menjadi keberhasilan besar yang mendapat perhatian internasional.

Selain operasi militer, Kopassus juga menjalankan tugas kemanusiaan dalam berbagai situasi bencana nasional. Satuan ini turut membantu evakuasi serta pengamanan objek vital negara.

Peringatan Hari Kopassus menjadi refleksi nilai disiplin, keberanian, dan profesionalisme prajurit Indonesia. Nilai tersebut terus dijaga dalam menghadapi tantangan keamanan modern yang semakin kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....