MPR: Diplomasi Presiden Prabowo Bawa Energi Indonesia Aman
- 15 Apr 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai kondisi energi Indonesia mulai membaik
- Hal ini terjadi setelah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin
- Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama strategis di sektor energi
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai kondisi energi Indonesia mulai membaik. Hal ini terjadi setelah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama strategis di sektor energi. "Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, kita memasuki zona aman," kata Eddy Soeparno, Rabu, 15 April 2026.
Ia menilai penjajakan pembelian minyak mentah dan gas dari Rusia menjadi kabar baik. Menurutnya, langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Eddy menjelaskan dinamika energi global kini memasuki kondisi sellers market. Negara penghasil minyak memiliki kendali atas harga, volume, dan distribusi.
Namun demikian, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi. Ketersediaan energi diyakini tetap terjaga untuk sektor transportasi dan aktivitas ekonomi.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat. Kebijakan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai sebagai langkah tepat.
“Baik BBM transportasi maupun LPG 3 kilogram tetap dijaga untuk daya beli,” ujar Eddy. Kebijakan tersebut diharapkan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat secara luas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Presiden Putin sepakat memperkuat kerja sama bilateral. Kerja sama mencakup sektor energi, ekonomi, pertanian, industri hingga farmasi.
“Kami merasa perlu konsultasi menghadapi kondisi geopolitik penuh ketidakpastian,” kata Presiden Prabowo. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....