Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Kuartal I 2026

  • 13 Apr 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Kuartal I 2026
  • Ekonomi Kuartal I 2026

RRI.CO.ID, Jakarta — Ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh solid pada kuartal I 2026, ditopang kuatnya konsumsi rumah tangga di tengah dinamika global. Riset BRI Danareksa Sekuritas yang dirilis Senin 13 April 2026 memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,36 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Potensi angka PDB yang baik dapat memberikan sedikit kelegaan. Kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia sekitar 5,36 persen pada kuartal pertama 2026,” tulis riset tersebut.

Permintaan domestik menjadi motor utama, khususnya dari sisi konsumsi rumah tangga yang tetap kuat sepanjang Januari hingga Maret 2026. Hal ini tercermin dari aktivitas ritel yang stabil serta sentimen konsumen yang tetap positif.

Riset tersebut mencatat daya beli masyarakat masih terjaga. Terus menopang aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Selain konsumsi, investasi juga menunjukkan tren penguatan. Hal ini didukung oleh indikator Purchasing Managers Index (PMI) yang berada di zona ekspansif, menandakan kondisi bisnis yang membaik serta pemulihan bertahap belanja modal.

Dari sisi fiskal, peningkatan belanja pemerintah pada awal tahun turut memberikan dorongan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pola ini dinilai membantu mengurangi penumpukan belanja di akhir tahun sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal periode.

Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 tercatat sebesar 122,9 poin, yang menunjukkan tingkat optimisme masyarakat masih tinggi. Angka tersebut berada di zona ekspansif dan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, tekanan eksternal mulai muncul akibat kenaikan harga energi global yang dipicu ketegangan geopolitik. Khususnya di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, dampak terhadap ekonomi domestik dinilai masih bergantung pada durasi konflik dan respons kebijakan pemerintah. Sejauh ini, kebijakan fiskal dinilai mampu menjaga stabilitas dan mempertahankan ekspektasi pertumbuhan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....