Posko RAFI 2026 Ditutup, Kemkomdigi Sebut Tidak Terjadi Gangguan Besar

  • 13 Apr 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menutup layanan posko RAFI 2026
  • Haqsil evaluasi Kemkomdigi terhadap Posko RAFI 2026 menyatakan layanan akses telekomunikasi tidak terganggu selama momen libur Lebaran 2026
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan, akses unggah dan unduh saat libur Lebaran berada di kecepatan maksimal

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementeria Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), telah menutup Posko Ramadan dan Idulfitri (RAFI) tahun 2026, pada Kamis, 9 April 2026. Dari Hasil pelaksanaan posko tersebut, evaluasi yang dilakukan Kemkomdigi menunjukan layanan telekomunikasi berjalan aman dan stabil.

Hasil evaluasi itu disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital (Dirjen Infradigi), Wayan Toni Supriyanto. Dijelaskannya, capaian utama evaluasi Posko RAFI 2026, yakni keamanan dan stabilitas layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia.

Dari hal tersebut Dirjen Infradigi, menyatakan bahwa, tidak adanya gangguan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini ditegaskannya, memberikan kepastian terhadap masyarakat, untuk tetap terhubung dalam jaringan telekomunikasi saat momen Lebaran.

"Selama masa layanan Posko RAFI 2026, tidak terjadi gangguan besar. Ini hasil kerja bersama yang dijaga selama 24 jam penuh," kata Wayan dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Lebih lanjut dijelaskannya, meski terjadi lonjakan trafik akses telekomunikasi, namun konektivitas nasional berada dalam kondisi yang stabil. Hal ini diungkapkannya, terlihat dari kecepatan unduh dan unggah yang memiliki catatan tertinggi.

Untuk kecepatan unduh dikatakan Wayan Toni mencapai 112,16 Mbps (Megabite/second), pada 20 Maret lalu. Sementara untuk kecepatan unggah, berada di kecepatan 54,26 Mbps, pada 30 Maret 2026.

Diketahui, Kemkomdigi bersama operator seluler (Opsel) menghadirkan layanan Posko RAFI 2026 di sejumlah wilayah pada 13-30 Maret 2026. Posko tersebut didukung dengan 35 posko pemantauan, dan 9 posko utama yang berada di titik strategis nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....