Gelar "Public Expose 2026", Rumah Zakat Paparkan Strategi Pengelolaan Dana Umat

  • 08 Apr 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, JAKARTA - Lembaga penggalangan dana umat Rumah Zakat secara resmi menggelar Public Expose bertajuk "Impact in Action". Hal ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas publik atas pengelolaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya.

Agenda yang digelar di Hotel Sultan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026 yang turut dihadiri Wakil Presiden RI ke-13, KH. Ma'roef Amin ini, menjadi sarana penting bagi lembaga untuk melaporkan amanah para donatur dan mitra kolaborasi sepanjang kinerja tahun 2025. Sekaligus,memaparkan arah strategis organisasi pada tahun 2026.

CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha mengatakan, public expose ini merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan kepada donatur, mitra, mitra kolaborasi, stakeholder, dan masyarakat secara keseluruhan seputar apa yang dikelola oleh Rumah Zakat. Sebab, dana tersebut merupakan titipan dan amanah dari masyarakat kepada Rumah Zakat, khususnya dalam bentuk zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

"Di public expose ini kami sampaikan visi Rumah Zakat ke depan khusus menghadapi kondisi saat ini terkait dengan tantangan kemiskinan, krisis kemanusiaan, dan juga isu-isu terkait dengan perdamaian di dunia ini," kata Irvan kepada awak media.

Ia menjelaskan, Rumah Zakat telah bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan asosiasi dan gerakan, maupun kolaborasi dengan pemerintah, media dan masyarakat secara umum. Dalam Public Expose ini, Rumah Zakat juga memaparkan kinerja sepanjang tahun 2025. Dana yang diamanahkan masyarakat kepada Rumah Zakat naik 15 persen pada tahun 2025.

"Alhamdulillah secara umum dana yang diamanahkan oleh masyarakat kepada Rumah Zakat, totalnya pada tahun 2025 adalah Rp468 miliar. Atau tumbuh sekitar 15 persen dari tahun 2024," ujarnya.

Irvan menuturkan, dana tersebut kemudian disalurkan dan didistribusikan kepada masyarakat Indonesia dan luar negeri sesuai dengan akadnya. Totalnya sudah 1,8 juta lebih penerima manfaat atau paket yang didistribusikan Rumah Zakat, semuanya merupakan amanah dari masyarakat melalui Rumah Zakat.

Rumah Zakat juga menyampaikan target dan agenda tahun 2026. Terdapat sejumlah inisiatif kunci yang akan dijalankan tahun ini.

Pertama, memperkuat peran sebagai lembaga filantropi Islam global yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana zakat. Namun, juga memfasilitasi masyarakat Indonesia dan dunia untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.

Kedua, memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Rumah Zakat ingin menjadi hub kebaikan dari masyarakat Indonesia dan mitra global dalam berbagai isu, mulai dari isu kemiskinan, pencapaian target pembangunan berkelanjutan, hingga upaya kemanusiaan seperti menembus blokade Gaza dan mendukung kedaulatan Palestina.

"Ketiga, kita inisiatif memperkuat tata kelola dan ekosistem digital sebagai upaya memudahkan masyarakat untuk terlibat, baik dalam penghimpunan, edukasi, maupun kerjasama pendistribusian," kata Irvan.

Keempat, Rumah Zakat punya inisiatif untuk meluaskan program yang telah berjalan dengan meningkatkan dampak sosial melalui pengembangan social enterprise dan social impact. Unit layanan seperti badan usaha milik masyarakat, sekolah juara, dan klinik akan diperkuat agar dapat melibatkan lebih banyak pihak di luar Rumah Zakat.

Terakhir, Rumah Zakat juga mulai menginisiasi sustainability fund guna memastikan keberlanjutan program dan dampak sosial yang berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof Dr Waryono Abdul Ghafur, M.Ag menilai Rumah Zakat sebagai salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZ) yang konsisten memberikan laporan pertanggungjawaban dan transparan dalam pelaporan kinerja kepada publik. Ia menyebut penyelenggaraan public expose adalah bentuk pertanggungjawaban sosial kepada masyarakat.

Waryono pun mendorong agar praktik serupa dilakukan oleh LAZ-LAZ lainnya. "Saya dorong LAZ yang lain juga seperti ini (melakukan public expose, red)," ujarnya.

Dengan transparansi tersebut, Waryono berharap kepercayaan publik terhadap lembaga zakat (LAZ) semakin meningkat. Khususnya, terkait penyaluran dana dari para muzakki kepada para penerima manfaat agar tersalurkan dengan baik.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu. "Kita masih punya PR terkait dengan pengentasan kemiskinan," kata Waryono. diperkuat oleh seluruh lembaga zakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....