MUI Desak Pemerintah Tempuh Langkah Diplomatik imbas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

  • 06 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Majelis Ulama Indonesia mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas menyusul serangan Israel di Lebanon
  • MUI juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan independen
  • MUI menekankan pentingnya keadilan dalam menyelesaikan konflik antarnegara dengan memastikan perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas menyusul serangan Israel di Lebanon. Insiden tersebut menyebabkan gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral. Hal ini guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.

Selain itu, MUI juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan independen. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku pelanggaran dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan internasional.

Sudarnoto juga mengajak masyarakat internasional untuk tidak tinggal diam terhadap peristiwa tersebut. Menurutnya, sikap pasif hanya akan memperlemah penegakan hukum dan nilai kemanusiaan global.

"Kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para korban. Serta memperkuat solidaritas kemanusiaan dan komitmen terhadap perdamaian dunia," ucap Sudarnoto.

Lebih lanjut, ia menilai perdamaian dunia hanya dapat terwujud jika hukum internasional ditegakkan secara konsisten. Setiap bentuk pelanggaran harus dihentikan dan ditindak tegas demi menjaga stabilitas global.

MUI menekankan pentingnya keadilan dalam menyelesaikan konflik antarnegara. Upaya kolektif dinilai diperlukan untuk memastikan perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengutuk keras insiden serangan Israel yang telah menewaskan prajurit pasukan perdamaian asal Indonesia. Pemerintah melalui perwakilan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak untuk mengusut tuntas dan menginvestigasi agar insiden itu tidak terjadi kembali.

Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan keselamatan prajurit yang tergabung UNIFIL harus dijamin. Menlu menegaskan, prajurit di Lebanon sedang menjalankan amanat perdamaian dunia sehingga keselamatan jiwa harus menjadi prioritas.

"Kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian. Oleh karena itu hal seperti ini ya tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi, harus ada satu garansi keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....