Mensos Minta Kades Aktifkan Puskesos

  • 30 Mar 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos meminta kepala desa mengaktifkan Puskesos
  • Kepala desa diminta membantu pemutakhiran data sosial
  • Puskesos menjadi pusat layanan dan pengaduan sosial masyarakat
  • Kepala desa dapat mengusulkan dan mencoret penerima bansos
  • Pemutakhiran data dilakukan melalui jalur formal dan partisipasi masyarakat
  • Masyarakat dapat menyampaikan usulan melalui aplikasi cek bansos
  • Program bertujuan memastikan bantuan sosial tepat sasaran
  • Sekolah Rakyat membantu pendidikan anak keluarga miskin

RRI.CO.ID, Malang - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta kepala desa mengaktifkan Pusat Kesejahteraan Sosial atau Puskesos. Ia juga meminta kades untuk membantu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, layanan sosial harus diperkuat dari tingkat desa. "Fokus kepada layanan, terutama layanan sosial," kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin 30 Maret 2026.

Ia mengatakan, kades memiliki peran penting dalam pemutakhiran data sosial. Kepala desa dapat mengusulkan dan mencoret warga penerima bantuan sosial.

Gus Ipul menjelaskan, pemutakhiran data dilakukan melalui jalur formal dan partisipasi masyarakat. "Masyarakat bisa berpartisipasi lewat aplikasi cek bansos," ucapnya.

Selain itu, Mensos juga meminta kepala desa mengaktifkan Puskesos sebagai pusat layanan sosial masyarakat. "Puskesos ini penting untuk menampung keluhan warga," ucapnya.

Ia mengatakan keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu. Sistem ini memastikan setiap laporan masyarakat ditangani.

Gus Ipul menjelaskan, pemutakhiran data sosial sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Program ini bertujuan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Ia mencontohkan siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program Sekolah Rakyat ditujukan membantu keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Sanusi mengapresiasi program Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang. Program tersebut dinilai membantu pendidikan anak dari keluarga miskin.

"Kalau punya kemampuan, sedekahkan kepada yang membutuhkan," katanya. Sanusi mengatakan pendidikan gratis bagi keluarga miskin merupakan bentuk kepedulian sosial.

Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berkembang di Kabupaten Malang. Menurutnya, program sosial diharapkan berjalan lebih tepat sasaran melalui pemutakhiran data.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....