Pemerintah Lepas Ekspor Perdana Beras Premium ke Arab Saudi
- 05 Mar 2026 11:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah ke Arab Saudi. Volume ekspor diperkirakan mencapai 2.280 ton.
Pelepasan dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kegiatan berlangsung di Gudang Perum Bulog di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.
Mentan Amran menyebut ekspor ini menjadi tonggak baru sektor perberasan nasional, Indonesia kini memiliki stok beras sangat kuat “Ini momentum baik karena stok kita mencapai 3,7 juta ton,” ucapnya.
Ia menegaskan ekspor ini menjadi bukti nyata kekuatan produksi nasional, pemerintah ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras. “Ini aksi nyata, bukan ilusi,” kata Amran.
Volume ekspor tahap awal mencapai 2.280 ton beras premium. Nilai ekspor diperkirakan sekitar Rp38 miliar.
Beras tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Jumlahnya diperkirakan sekitar 215 ribu orang.
Ke depan, pasar beras Indonesia di Arab Saudi diproyeksikan lebih besar. Pasar mencakup jemaah umrah dan warga Indonesia di sana.
Jumlah warga Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai dua juta orang. Potensi kebutuhan beras cukup besar setiap tahun.
Amran menyebut kebutuhan beras untuk jemaah haji Indonesia mencapai 20 hingga 50 ribu ton. Pemerintah menargetkan ekspor terus meningkat.
Selain Arab Saudi, peluang ekspor juga dijajaki ke beberapa negara. Di antaranya Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kualitas beras ekspor sangat baik. Beras yang dikirim merupakan beras premium.
Menurutnya, beras memiliki tingkat pecahan lima persen. Kadar airnya juga di bawah 14 persen.
Produksi beras dilakukan melalui beberapa fasilitas pengolahan. Di antaranya unit Wilmar Serang dan pengolahan Bulog Karawang serta Subang.
Pengiriman beras dijadwalkan mulai 7 Maret 2026. Pengapalan menggunakan armada pelayaran internasional dan nasional.
Ekspor ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pemerintah. Rapat dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Februari 2026.
Dalam rapat tersebut Bulog mendapat penugasan khusus. Penugasan mencakup pengelolaan cadangan beras pemerintah untuk ekspor haji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....