Menteri PPPA: Saraswati Fellowship Tingkatkan Kualitas Perempuan Indonesia

  • 23 Feb 2026 09:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menilai Program Saraswati Fellowship berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan keberanian perempuan. Khususnya untuk melangkah ke jenjang kepemimpinan lebih tinggi.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis saja. Tetapi program ini juga melatih cara berdiplomasi serta keberanian mengambil keputusan.

“Program Saraswati Fellowship ini ditumbuhkan untuk meningkatkan kualitas. Kemudian, bagaimana cara berdiplomasi dan berani mengambil tindakan untuk langkah-langkah selanjutnya,” kata Arifah Fauzi saat diwawancarai usai menghadiri Wisuda Saraswati Fellowship di Jakarta, Minggu, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari sisi akses pendidikan, peluang bagi perempuan saat ini sebenarnya sudah semakin terbuka. Arifah mencontohkan komposisi mahasiswa baru di Universitas Indonesia yang disebutnya didominasi perempuan.

“Kalau saya lihat, salah satu indikasinya di Universitas Indonesia. Mahasiswa barunya kalau tidak salah 60 persen perempuan,” ucap Arifah.

Lebih lanjut, Arifah menyampaikan hal serupa juga terjadi di Universitas Islam Negeri Jakarta. Di mana jumlah mahasiswa baru perempuan disebut lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

“Artinya untuk pendidikan mungkin sudah lebih baik aksesnya. Tetapi setelah itu bagaimana tahap-tahap berikutnya ini yang perlu diperkuat,” ucap Arifah menjelaskan.

Sementara, Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menilai Program Saraswati Fellowship berperan menyiapkan calon pemimpin perempuan masa depan. Karena itu, ia sangat menyambut baik adanya program tersebut.

“Pertama, saya sangat menyambut baik dengan adanya Program Saraswati Fellowship. Program ini juga mempersiapkan para pemimpin perempuan masa depan,” kata Retno Marsudi yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air saat diwawancarai usai menghadiri Wisuda Saraswati Fellowship di Jakarta, Minggu, 23 Februari 2026.

Ia mengatakan data World Economic Forum (WEF) terkait Gender Gap Index yang menunjukkan kesenjangan gender di bidang pendidikan dan kesehatan hampir tertutup. Namun, kata Retno, kesenjangan masih terlihat lebar pada aspek partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....