Komisi VII Tekankan Pentingnya Kecukupan Susu Program MBG
- 05 Feb 2026 19:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Cikarang - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay mengatakan terdapat ketimpangan besar pada ketersediaan susu nasional. Saleh menekankan bahwa pemerintah harus segera menutup celah pasokan tersebut demi menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data menunjukkan bahwa kebutuhan riil masyarakat terhadap susu tersebut masih sangat tinggi sekali. Namun, kemampuan perusahaan manufaktur saat ini dalam memproduksi komoditas pangan tersebut masih dirasakan sangat terbatas.
"Jika kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, terdapat sekitar 40 juta kekurangan. Kekurangan tersebut harus dipenuhi dan dikejar oleh pemerintah," ujar Saleh saat melakukan kunjungan kerja ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kamis, 5 Februari 2026.
| Baca juga: Kemendagri Kawal Usulan KPP Papua Masuk PSN |
Saleh juga menyoroti frekuensi konsumsi susu anak. Ia menyayangkan pemberian asupan nutrisi tersebut saat ini kemungkinan besar belum dilakukan setiap hari.
Anak-anak Indonesia saat ini diperkirakan hanya mampu mengonsumsi minuman sehat itu sebanyak tiga kali seminggu. Pemerintah diharapkan mampu melakukan upaya nyata agar kebutuhan pangan bergizi tersebut dapat dipenuhi dengan maksimal.
"Nah, kami berharap pemerintah melakukan upaya-upaya konkret. Upaya tersebut diperlukan agar produksi susu dapat dipenuhi dengan baik," kata Saleh.
Saleh menjelaskan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai opsi strategis untuk memenuhi kekurangan kuota tersebut. Pilihan mendatangkan investor baru atau melakukan impor dalam skala besar menjadi pembahasan penting di parlemen.
Tantangan lainnya muncul dari kualitas hasil produksi peternak lokal yang dinilai belum memenuhi standar profesional. Banyak susu sapi rakyat yang terbukti tidak sesuai dengan kriteria kebutuhan industri pengolahan saat ini.
"Sehingga banyak susu yang diproduksi ternyata tidak kompatibel. Produk tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan seperti Frisian Flag,” ucap Saleh.
Direktur Hukum dan Regulasi PT Frisian Flag Indonesia Frida Chalid menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung asupan gizi. Frida menjelaskan bahwa pihak swasta terus melakukan edukasi nutrisi kepada anak-anak secara rutin tiap tahun.
Perusahaan saat ini mulai mengambil langkah konkret guna meningkatkan populasi sapi perah di dalam negeri. Penambahan jumlah ternak diharapkan mampu mendongkrak volume produksi susu segar nasional secara signifikan di masa depan.
"Dalam waktu dekat Frisian Flag akan mengimpor sapi. Jadi sapi perah itu akan dibantu untuk masuk ke Indonesia untuk menambah populasi sapi yang ada di Indonesia," ujar Frida.
Pihak industri juga sedang mempercepat pengadaan mesin produksi baru melalui mekanisme perdagangan luar negeri. Teknologi tersebut akan digunakan untuk memperbesar kapasitas suplai produk bagi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Peningkatan kemampuan pabrik memerlukan dukungan regulasi serta bantuan ekonomi dari otoritas terkait di Indonesia. Pihak industri juga mengharapkan adanya kemudahan fiskal agar efisiensi harga produk dapat tercapai dengan lebih baik.
"Tentu adanya insentif fiskal dari pemerintah seperti misalnya import mesin untuk kami meningkatkan kapasitas tersebut. Sangat kami harapkan, sehingga kami bisa memproduksi itu dengan harga yang lebih efisien," kata Frida.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....