LSF Dorong Film Nasional Bersaing di Pasar Global
- 29 Jan 2026 20:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Sensor Film (LSF) berkomitmen mendorong film nasional bersaing global. Upaya ini diarahkan memperkuat kontribusi ekonomi kreatif nasional.
Sebelumnya Komisi X melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Selasa, 27 Januari 2026. RDP tersebut menyoroti pentingnya kontribusi ekonomi dari sektor perfilman Indonesia.
Menanggapi hal itu, Ketua LSF, Naswardi mengatakan, pasar film Indonesia saat ini sangat potensial dan menjadi incaran industri film global. Untuk itu, ia optimistis pasar Indonesia menjadi pasar yang diperebutkan oleh berbagai pasar film dari berbagai negara di dunia.
"Di tengah stagnasi pertumbuhan film global yang hanya berada di angka 2 persen. Film nasional justru mencatat pertumbuhan signifikan di angka 5-6 persen," kata Naswardi dalam konferensi pers laporan kinerja LSF RI 2025, di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Saat ini, tercatat ada 19 negara yang filmnya masuk dan tayang di Indonesia. Di antaranya, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, hingga Tiongkok yang kini masuk dalam lima besar negara dengan film impor terbanyak.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan besarnya daya tarik pasar Indonesia di mata internasional. Namun, film nasional harus tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus memperluas peluang ekonomi ke luar negeri.
"LSF ingin mendorong para rumah produksi di Indonesia untuk juga tidak hanya berfokus pada pasar dalam negeri. Namun, juga pasar di kawasan ASEAN maupun Asia maupun dunia,” katanya.
LSF mencatat, hingga kini film Indonesia masih relatif minim penetrasi di pasar ASEAN dan Asia. Meskipun film dari Thailand dan Malaysia cukup banyak masuk ke Indonesia.
Untuk itu, LSF berencana memperkuat kerja sama dengan lembaga sensor film di berbagai negara. Misalnya, Lembaga Penapis Film Malaysia, Office Screening Thailand, hingga Korea Media Rating Board di Korea Selatan.
"Kami ingin ke depan ada kesepahaman bahwa kita sama-sama membuka ruang bagi film dari negara masing-masing untuk diberikan izin tayang. Kemudian, diberikan surat tanda lulus sensor pada masing-masing kebijakan di negara yang bersangkutan,” kata Naswardi.
Ia berharap upaya ini dapat membuka akses distribusi film Indonesia ke pasar internasional. Selain itu juga memperkuat kontribusi industri perfilman terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....