Koordinasi Lintas Sektor Percepat Penanganan Banjir Rawa Terate
- 23 Jan 2026 15:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Penanganan banjir di Rawa Terate, Jakarta Timur dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Adapun lintas sektor yang terlibat diantaranya kelurahan, kecamatan, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), warga, dan pihak swasta.
Perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 05 Teguh mengatakan, kerja bakti yang diadakan dialihkan ke area yang masih terdampak karena genangan masih cukup dalam. Menurutnya, sedimentasi tinggi sedang dikeruk bersama PPSU, warga, dan perusahaan.
“Jadi di RT 7 dan 6 itu juga terdampak banjir, karena pembuangnya sedimennya udah tinggi ya. Itu lagi dikeruk sama PPSU, warga dan dari perusahaan juga, jadi kita kolaborasi,” ujarnya kepada RRI.CO.ID saat ditemui di kawasan yang masih tergenang banjir di Rawa Terate, Jakarta Timur, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia mengatakan, aparat TNI (Tentara Negara Indonesia) juga turut hadir membantu kerja bakti di lokasi banjir. Koordinasi dilakukan agar penanganan berjalan efektif dan cepat terselesaikan.
Teguh mengatakan, untuk bantuan bagi warga berasal dari berbagai pihak, yaitu Dinas Sosial (Dinsos) dan juga pihak swasta. Bantuan tersebut disalurkan setelah adanya koordinasi dengan pihak kelurahan setempat.
Menurutnya, bantuan berupa makanan seperti mi, kopi, nasi kotak dan kebutuhan lain telah disiapkan untuk warga terdampak. Teguh menilai koordinasi menjadi kunci agar bantuan cepat diterima warga.
“Karena memang itulah pentingnya koordinasi, kalau nggak ada koordinasi juga dari pihak kelurahan ya repot juga. Karena minta dari kelurahan mengajukan, cepat Alhamdulillah,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 007 Rawa Terate Samin mengatakan, warganya telah melakukan pembersihan saluran air sebagai upaya penanganan banjir. Saluran air dibersihkan bersama untuk mempercepat surutnya genangan.
Adapun kerja bakti melibatkan warga, RT RW, kelurahan, PPSU, Damkar, SDA, dan instansi terkait. Penanganan juga didukung kehadiran TNI dan kepolisian sejak hari pertama.
“Untuk warga sendiri ya kita bersih-bersih saluran air. Kerja bakti warga masyarakat, lingkungan, RT, RW, kelurahan, PPSU, Damkar, SDA, instansi terkait,” ucapnya.
Menurutnya, banjir mulai surut setelah dilakukan pembersihan saluran air oleh PPSU. Proses penyedotan air menggunakan pompa mesin masih terus berlangsung hingga saat ini.
Samin berharap ke depan banjir tidak lagi terlalu parah dengan keberadaan pompa tersebut. Ia menyebut kapasitas pompa mencapai sekitar tiga ribu liter per detik.
“Masih berlangsung sampai saat ini (proses penyedotan dengan pompa). Rencananya ada update terbaru, rencananya nggak tahu kapan, 1 detik 3000 liter kalau nggak salah,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....