Hujan Deras Picu Banjir Berulang di Rawa Terate Jaktim
- 23 Jan 2026 12:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Banjir di RT 007 RW 05 Rawa Terate, Jakarta Timur (Jaktim) sudah mulai terjadi sejak hari Minggu, 18 Januari 2026. Ketua RT Samin menyebut banjir tersebut sempat surut pada hari Senin, namun kembali naik akibat hujan, Kamis, 22 Januari 2026.
“Banjir mulai dari hari Minggu, hari Senin agak surut. Selasa, Rabu, Kamis hujan lagi, banjir lagi sampai hari ini,” katanya kepada RRI.CO.ID di rumahnya, kawasan Rawa Terate, Jakarta Timur, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan hujan kembali turun pada Kamis sehingga banjir kembali menggenangi wilayah tersebut. Kondisi banjir bertahan hingga hari sebelum akhirnya mulai surut di pagi hari.
Samin mengatakan ketinggian air banjir mencapai 110 cm di area tikungan jalan. Sedangkan untuk kawasan permukiman warga, genangan air sempat berada di kisaran 70 hingga 80 cm di hari Kamis.
“Barusan surut karena saluran airnya dibersihin sama PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum). Kemarin ketinggian sampai di tikungan itu 110cm, disini (kawasan rumah warga) kemarin sampai 70-80 cm,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah RT 007 memang cukup sering mengalami banjir hampir setiap tahun. Ia menyebut kondisi tersebut sudah seperti kejadian rutin yang berulang setiap musim hujan.
“Hampir sering lah setiap tahun. Jadi seperti ulang tahun gitu langganan,” ucapnya.
Sementara itu, di RT 010 RW 05 Rawa Terate terpantau masih tergenang air banjir hingga siang, Jumat, 26 Januari 2026. Salah satu anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Teguh menyebut ketinggian air yang sebelumnya hampir mencapai 180cm kini sekitar 50cm.
“Kalau untuk genangan, perhitungan hari ini sudah mulai turun, kita tahu waktu kemarin itu posisi terbelakang itu hampir 180 (cm). Hari ini sudah masuk sekitar 50, di depan sini sekitar 20 atau 30,” ujarnya.
Ia menjelaskan di bagian depan wilayah terdampak ketinggian air berada di kisaran 20cm hingga 30cm. Saat ini, wilayah RT 10 menjadi satu-satunya area di RW 05 Rawa Terate yang masih terdampak oleh banjir.
Teguh menyampaikan RT tersebut memiliki 279 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa hampir mencapai 800 jiwa. Menurutnya, banjir kali ini disebut bukan yang terparah, namun tetap mengganggu aktivitas warga.
Ia mengatakan intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama meskipun saluran sebelumnya telah dibersihkan. Teguh menambahkan, air buangan banjir diarahkan ke Kali Cakung Drain, namun ternyata ketinggian air drain menghambat proses surut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....