Calzone, Pizza Lipat Khas Italia yang Lezat dan Praktis

  • 31 Jan 2025 22:46 WIB
  •  Voice of Indonesia

KBRN, Jakarta : Calzone, hidangan khas Italia yang sering disebut sebagai “pizza lipat,” adalah salah satu inovasi kuliner yang menggabungkan kelezatan pizza dengan kepraktisan makanan yang bisa dibawa ke mana-mana. Dengan kulit luar yang renyah dan isiannya yang kaya, calzone menjadi favorit banyak orang di seluruh dunia.

Calzone berasal dari Italia, tepatnya dari wilayah Napoli, yang juga dikenal sebagai kota kelahiran pizza. Nama “calzone” sendiri dalam bahasa Italia berarti “celana panjang” atau “leging", yang menggambarkan bentuknya yang menyerupai lipatan kain.

Berbeda dengan pizza yang berbentuk datar, calzone dibuat dengan cara melipat adonan pizza menjadi setengah lingkaran, lalu dipanggang atau digoreng hingga matang sempurna.

Pada awalnya, calzone diciptakan sebagai alternatif pizza yang lebih praktis untuk dibawa bepergian. Masyarakat Napoli yang sibuk sering membutuhkan makanan yang bisa dikonsumsi di jalan tanpa harus menggunakan piring atau peralatan makan lainnya. Dari sinilah konsep calzone berkembang dan menjadi salah satu makanan ikonik Italia.

Calzone dibuat dengan bahan dasar yang hampir sama dengan pizza, yaitu adonan tepung terigu, air, ragi, garam, dan minyak zaitun. Setelah adonan mengembang, adonan tersebut digilas hingga berbentuk lingkaran, kemudian diberi berbagai isian sebelum akhirnya dilipat menjadi setengah lingkaran dan dipanggang hingga kecokelatan.

Isian calzone sangat beragam, tetapi yang paling umum digunakan adalah keju mozzarella, saus tomat, daging (seperti pepperoni, sosis, atau ham), serta sayuran seperti jamur, bayam, atau paprika. Beberapa variasi juga menambahkan ricotta cheese untuk memberikan tekstur lembut dan rasa yang lebih kaya.

Selain dipanggang di oven, beberapa daerah di Italia juga memiliki varian calzone yang digoreng, dikenal sebagai “panzerotti.” Versi ini memiliki tekstur yang lebih renyah di luar dan lebih lembut di dalam, dengan isian keju yang meleleh sempurna saat digigit.

Banyak orang sering bingung antara calzone dan stromboli, karena keduanya memiliki konsep yang mirip, yaitu pizza yang dibungkus adonan. Namun, ada beberapa perbedaan utama di antara keduanya.

Calzone selalu berbentuk setengah lingkaran karena dibuat dengan cara melipat adonan, sementara stromboli digulung seperti gulungan roti. Selain itu, calzone umumnya tidak memiliki saus tomat di dalamnya, melainkan sausnya disajikan terpisah untuk dicelupkan, sedangkan stromboli biasanya sudah memiliki saus tomat di dalam isiannya.

Seiring dengan penyebaran kuliner Italia ke seluruh dunia, calzone telah mengalami berbagai adaptasi sesuai dengan selera lokal. Di Amerika Serikat, misalnya, calzone sering kali lebih besar dengan isian yang lebih beragam, termasuk kombinasi keju yang melimpah dan daging asap. Sementara di Brasil, calzone dikenal dengan nama “pastelão” dan sering dijual di restoran pizza atau gerai makanan cepat saji.

Di Indonesia sendiri, calzone mulai banyak ditemukan di restoran Italia dan kafe-kafe yang menyajikan menu western. Beberapa tempat bahkan membuat versi lokal dengan isian seperti rendang, ayam teriyaki, atau bahkan cokelat dan keju sebagai varian manis.

News Recomendation

Latest News

Loading latest news.....