Ragam Lauk Khas Nasi Padang yang Wajib Dicoba

  • 18 Jul 2026 20:34 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bicara tentang kuliner Minangkabau, rendang hampir selalu menjadi ikon utama yang langsung terlintas di benak banyak orang. Kepopulerannya yang mendunia bahkan sering kali mendominasi etalase rumah makan Padang.

Namun, khazanah rasa dari Sumatra Barat sebenarnya jauh lebih luas dari itu; ada deretan lauk otentik lainnya yang memiliki keunikan cita rasa tidak kalah memikat dan wajib masuk ke dalam daftar buruan para pencinta kuliner. Salah satu lauk legendaris yang menawarkan sensasi rasa berbeda adalah Gulai Tunjang.

Hidangan yang memanfaatkan urat atau kikil sapi ini dimasak dalam kuah gulai kental kaya rempah yang gurih dan sedikit pedas. Berdasarkan catatan inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Kementerian Hukum dan HAM RI, kuliner Minangkabau seperti ragam gulai ini diakui sebagai warisan budaya takbenda yang merefleksikan kecerdasan pangan lokal dalam mengolah seluruh bagian bahan makanan menjadi hidangan bernilai rasa tinggi. Teksturnya yang kenyal berpadu sempurna dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam.

Bagi pencinta hidangan laut, Gulai Kepala Ikan Kakap menjadi menu wajib yang tidak boleh dilewatkan. Berbeda dengan rendang yang cenderung kering, lauk ini mengandalkan kesegaran ikan yang berpadu dengan asam kandis, daun ruku-ruku, dan belimbing wuluh untuk meredam aroma amis. Studi etnografi kuliner Sumatra Barat yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of Ethnic Foods menyebutkan bahwa penggunaan rempah segar dan agen pengasam alami dalam gulai ikan Minang berfungsi sebagai pengawet alami sekaligus penyeimbang metabolik yang kaya akan antioksidan, menjadikannya pilihan yang lebih segar di meja makan.

Pilihan unik lainnya yang patut dicoba adalah Ayam Pop. Hidangan ayam ini memiliki tampilan yang khas karena warnanya yang tetap putih pucat setelah digoreng.

Rahasianya terletak pada proses perebusan menggunakan air kelapa muda dan bawang putih sebelum digoreng sebentar dalam minyak panas. Rujukan dari panduan kuliner tradisional Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengategorikan Ayam Pop sebagai salah satu hidangan signature yang menonjolkan teknik gurih lembut (savory-tender), menyajikan alternatif bagi konsumen yang menghindari bumbu terlalu pekat atau pedas.

Beralih ke variasi tekstur, dendeng juga memiliki tempat istimewa di hati para penikmat nasi Padang, khususnya Dendeng Batokok dan Dendeng Balado. Dendeng batokok diolah dengan cara daging sapi diiris tipis lalu dipukul (ditokok) hingga memar agar seratnya melunak, kemudian disiram minyak dan cabai hijau keriting yang segar. Karakteristik olahan daging kering tradisional ini sempat diulas dalam artikel ulasan budaya CNN Travel mengenai keunikan metode pengawetan daging berbasis kearifan lokal di Asia Tenggara, yang memuji keseimbangan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Tak lengkap rasanya menyantap nasi Padang tanpa kehadiran lauk pelengkap yang memberikan tekstur kontras, seperti Limpa Goreng atau Belut Goreng Cabai Hijau (Baluik Goreng Lado Mudo). Belut yang digoreng sangat kering hingga renyah layaknya keripik ini memberikan dimensi rasa gurih yang berbeda saat berbaur dengan ulekan cabai hijau yang pedas manis. Kombinasi ini membuktikan bahwa dapur Minang tidak hanya ahli dalam teknik memasak lambat (slow cooking) seperti rendang, tetapi juga piawai dalam menyajikan hidangan yang mengandalkan kesegaran tekstur.

Menjelajahi menu di rumah makan Padang adalah petualangan rasa yang tiada habisnya. Dengan membuka diri untuk mencicipi lauk-pauk selain rendang, kita tidak hanya memanjakan lidah dengan variasi rasa baru, tetapi juga turut mengapresiasi kompleksitas dan kekayaan budaya kuliner Nusantara yang telah diakui dunia. Jadi, saat berkunjung ke rumah makan Padang berikutnya, jangan ragu untuk meminta pelayan menyendokkan gulai tunjang atau ayam pop ke atas piring Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....