Kisah Inspiratif Chef Ado: Anak Sakit Leukimia, Kini Sukses Bisnis Kuliner Sehat

  • 18 Jul 2026 17:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya– Sebuah bisnis yang sukses sering kali lahir dari sebuah keterpaksaan yang berubah menjadi cinta dan kepedulian. Hal inilah yang dialami oleh Awan Tjatur Perkasa, owner sekaligus pelaku UMKM "Chef Ado". Hadir sebagai narasumber dalam program UMKM Pro 4 RRI Surabaya pada Sabtu, 18 Juli 2026, Awan membagikan kisah menyentuh di balik berdirinya usaha kuliner Padang sehat miliknya.

Perjalanan Chef Ado dimulai pada tahun 2011, sebuah titik balik yang menguji ketegaran keluarganya. Anak kedua Awan terdiagnosis penyakit Leukimia Akut dan harus menjalani proses kemoterapi intensif selama dua tahun. Selama masa pengobatan, sang anak diwajibkan mengonsumsi makanan yang benar-benar bersih, serta bebas dari MSG (Monosodium Glutamat) dan bahan pengawet.

"Saat itu mencari makanan sehat yang sesuai kebutuhan anak sangat sulit. Akhirnya, karena istri saya pintar memasak, kami memutuskan untuk membuat sendiri makanan sehat untuk anak kami, yang bernama Ado. Dari sanalah nama 'Chef Ado' ini lahir," ujar Awan mengenang masa-masa sulit tersebut.

Kualitas dan khasiat masakan rumah tangga ini rupanya terdengar oleh komunitas sesama survival (penyintas) kanker. Mereka mulai memesan makanan dari Awan. Melihat antusiasme dan kebutuhan yang tinggi akan makanan sehat, Awan dan istri akhirnya memberanikan diri untuk membuka sistem pemesanan secara luas.

Hingga saat ini, Chef Ado sukses mempertahankan eksistensinya dengan menyajikan aneka masakan khas Padang seperti Rendang, Ayam Kecap, Ayam Balado, Daging Balado, hingga olahan Chicken. Tak hanya makanan, mereka juga memproduksi minuman herbal yang awalnya diracik untuk menunjang pengobatan sang anak.

Keunggulan utama dari Chef Ado adalah konsep Made by Order makanan baru akan dimasak setelah pesanan masuk. "Ayamnya selalu segar, pagi dibuat dan siangnya langsung didistribusikan," tambahnya.

Karena kebersihan dan ketahanannya yang alami, produk Chef Ado bahkan sudah kerap dibawa oleh pelanggan hingga ke Eropa dan menjadi bekal bagi jemaah yang menunaikan ibadah Haji untuk mengobati kerinduan akan masakan Indonesia.

"Untuk pengiriman jauh, posisinya dibawa dalam keadaan beku. Kami selalu mengedukasi pelanggan bahwa makanan harus tetap beku selama perjalanan dan langsung dimasukkan ke freezer begitu sampai di tujuan," jelas Awan.

Menyajikan makanan sehat dengan bahan baku berkualitas tinggi dan perlakuan (treatment) khusus tentu berkonsekuensi pada harga. Awan mengakui bahwa harga produknya sedikit lebih mahal dibanding harga pasar pada umumnya. Namun, para pelanggan setianya sangat memahami nilai kesehatan yang ditawarkan.

Sesuai dengan komitmennya, Awan memegang teguh sebuah prinsip unik dalam menjalankan usahanya.

"Slogan kami adalah: Makanan kita tanpa bahan pengawet, sehingga tidak pernah awet di meja (karena langsung habis dikonsumsi)," seloroh Awan sambil tersenyum.

Bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin menikmati kelezatan masakan Padang sehat nan higienis ini, dapur Chef Ado berpusat di Mulyosari Utara VII No. 39, Surabaya.

Karena setiap harinya menu yang disajikan selalu berbeda dan menghindari produk buatan pabrik, pelanggan diwajibkan untuk melakukan pemesanan secara Pre-Order (PO) terlebih dahulu melalui WhatsApp resmi Chef Ado.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....