Menguak Sejarah Sosis Solo: Kuliner "Bule" yang Lahir dari Kreativitas Lokal
- 17 Jul 2026 21:03 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ketika mendengar nama sosis Solo, sebagian besar orang mungkin akan membayangkan sosis daging panjang seperti yang sering dijumpai di supermarket modern. Namun, kenyataannya kuliner khas Kota Bengawan ini justru lebih mirip dengan risoles atau lumpia lipat bertekstur lembut.
Keunikan ini bermula pada masa kolonial Hindia Belanda ketika hubungan diplomasi antara pihak keraton Surakarta dan pemerintah Belanda sedang berjalan sangat erat. Hubungan baik tersebut sering kali dirayakan melalui jamuan makan bersama yang memperkenalkan berbagai kuliner khas Eropa kepada kaum bangsawan lokal.
Salah satu hidangan Barat yang paling menarik perhatian masyarakat dan keluarga kerajaan saat itu adalah sosis khas Eropa. Sayangnya, sosis asli buatan orang Belanda dinilai kurang cocok dengan lidah lokal karena rasanya yang cenderung hambar bagi masyarakat Jawa.
Raja Surakarta yang bertahta kala itu kabarnya berinisiatif melakukan eksperimen kuliner demi menciptakan sosis versi lokal yang sesuai dengan selera rakyatnya. Selain itu, para pengusaha restoran Tionghoa di Solo juga ikut memutar otak untuk menangkap peluang bisnis dari hidangan populer tersebut.
Karena keterbatasan bahan baku impor dan ketidakbiasaan masyarakat mengonsumsi susu, mereka mengganti resep aslinya dengan bahan-bahan lokal yang melimpah. Campuran daging sapi atau ayam giling akhirnya dibumbui dengan rempah-rempah khas seperti bawang putih, pala, dan merica.
Adonan daging yang kaya rempah tersebut kemudian dibalut dengan dadar telur tipis sebagai pengganti usus hewan yang biasa digunakan pada sosis Eropa. Kreasi baru ini terbukti sangat sukses dan langsung disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari kaum priyayi hingga rakyat biasa.
Sejak saat itulah kudapan akulturasi budaya barat dan lokal ini resmi dinamakan sebagai sosis Solo. Kini, sosis Solo tidak hanya menjadi warisan sejarah yang lezat, tetapi juga menjadi bukti nyata kreativitas kuliner masyarakat Nusantara di masa lampau.
Sumber
- Inibaru.id: Penjelasan ahli gastronomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Murdijati Gardjito, mengenai sejarah akulturasi sosis Solo.
- Wikipedia Indonesia: Artikel sejarah panganan tradisional khas Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....