Otak-Otak Kota Agung: Ada Rasa Tradisi dan Segarnya Laut

  • 14 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Berjalan menyusuri jalanan Kota Agung, ibu kota Kabupaten Tanggamus, Lampung, tak lengkap rasanya jika belum berhenti sejenak untuk menikmati satu camilan legendarisnya yakni otak-otak. Aroma wangi daun pisang yang terbakar dan harum daging ikan segar sudah tercium dari jauh, mengundang siapa saja untuk segera mencicipinya. Menikmati otak-otak di sini bukan sekadar mengisi perut, melainkan merasakan langsung kekayaan rasa dari laut selatan Lampung.

Saat bungkusan daun pisang dibuka, uap hangat keluar membawa aroma khas yang sangat menggoda. Bentuknya padat namun terasa empuk saat dipegang. Begitu digigit, teksturnya lembut dan kenyal, tidak keras atau berpasir seperti olahan ikan yang kurang berkualitas.

Rasa gurih alami daging ikan—biasanya ikan tenggiri atau kakap segar hasil tangkapan nelayan lokal—langsung terasa di lidah. Bumbunya pas sekali, tidak terlalu tajam, justru menonjolkan kelezatan ikan itu sendiri, dengan sedikit rasa manis santan dan wangi merica yang lembut. Sentuhan aroma daun pisang yang meresap sempurna membuat rasanya makin istimewa dan beda dari otak-otak daerah lain.

Cara menikmatinya pun punya kenikmatan tersendiri. Bisa dimakan langsung untuk merasakan rasa aslinya, atau dicocol ke dua jenis saus andalan , yakni saus kacang dan saus cuka. Saus kacang, kental, gurih, sedikit manis dan pedas, membuat rasa otak-otak makin kaya. Sementara itu, saus cuka, segar, asam pedas dengan irisan cabai dan bawang merah cocok buat yang menyukai rasa yang kini ringan dan membangkitkan selera.

Banyak warga lokal juga menikmatinya dengan nasi hangat dan sambal Lampung yang pedas nendang, menjadikannya camilan sekaligus lauk yang memuaskan. Salah seorang warga lokal Ratna mengatakan, banyak warga dari daerah lain yang berkunjung ke Kota Agung hanya sekedar mencicipi otak-otak dan hidangan Iwan.

“Kalau Iwan biasanya di goreng atau direbus, bisa dinikmati dengan kuah segar atau di goreng,” ujar Ratna.

Paling seru menikmati otak-otak ini langsung di tempat penjualnya. Kamu bisa mampir ke kawasan sekitar Pasar Kota Agung, pinggir jalan lintas, atau dekat Pelabuhan Kota Agung. Di sana, otak-otak disajikan dalam keadaan masih hangat baru diangkat dari pembakaran. Suasana riuh pedagang dan pembeli menambah kesan akrab dan hangat saat menyantapnya.

Bagi wisatawan, menikmati otak-otak Kota Agung adalah pengalaman wajib. Rasanya yang khas membuat banyak orang selalu menyempatkan mampir saat lewat, bahkan sering membawanya pulang sebagai oleh-oleh agar keluarga di rumah juga bisa merasakan kelezatannya.

Sederhana namun penuh rasa, otak-otak Kota Agung adalah bukti bahwa kelezatan terbaik seringkali datang dari bahan segar dan resep yang dijaga dengan tulus turun-temurun. Satu gigitan saja, dijamin kamu tak akan melupakan rasanya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....