Enam Keju Tinggi Protein Terbaik Menurut Ahli Gizi
- 08 Jul 2026 20:30 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Enam jenis keju direkomendasikan ahli gizi karena masing-masing mengandung minimal tujuh gram protein per porsi untuk pemeliharaan otot dan rasa kenyang.
- Keju Parmesan dan Cottage menjadi pilihan tertinggi dengan 9-12 gram protein per porsi dan lebih rendah laktosa dibanding keju segar lainnya.
- Keju sebaiknya dikonsumsi bersama makanan bergizi lain seperti buah, sayuran, gandum utuh, dan kacang untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan menambah serat.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Keju bukan hanya pelengkap makanan dengan rasa gurih. Beberapa jenis keju juga menyimpan protein tinggi yang membantu tubuh merasa kenyang.
Dilansir dari EatingWell, ahli gizi merekomendasikan enam keju tinggi protein. Setiap jenis keju dalam daftar ini mengandung sedikitnya tujuh gram protein per porsi.
Protein berperan penting dalam pemeliharaan otot, rasa kenyang, dan kesehatan metabolisme. Karena itu, keju dapat menjadi tambahan bernutrisi bila dikonsumsi secara seimbang.
| Baca juga: Manfaat Keju untuk Kesehatan |
Daftar Keju Tinggi Protein
1. Keju Parmesan
Parmesan menjadi pilihan padat protein karena teksturnya keras dan kadar airnya rendah. Satu ons Parmesan mengandung sekitar sembilan gram protein. Proses pematangan panjang membuat rasanya tajam, gurih, dan kuat.
Keju ini cocok digunakan sebagai taburan pada pasta, salad, sup, atau telur. Porsinya tidak perlu banyak karena aromanya sudah cukup dominan. Parmesan juga dikenal lebih rendah laktosa dibanding banyak keju segar.
2. Keju Cottage
Keju cottage menjadi salah satu pilihan paling menonjol untuk menambah protein. Setengah cangkir keju cottage menyediakan sekitar 10 sampai 12 gram protein. Teksturnya lembut, ringan, dan mudah dipadukan dengan menu manis atau gurih.
Keju ini mengandung kasein, yaitu protein yang dicerna lebih lambat. Karena itu, keju cottage dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Keju ini cocok untuk smoothie, roti panggang, atau mangkuk sarapan.
3. Keju Swiss
Keju Swiss dikenal dari lubang khas dan rasanya yang lembut. Satu ons keju Swiss mengandung sekitar delapan gram protein. Keju ini juga menyediakan vitamin B12 dan seng yang mendukung metabolisme tubuh.
Keju Swiss dapat menjadi pilihan untuk sandwich, omelet sayuran, atau roti panggang. Rasanya tidak terlalu tajam sehingga mudah diterima banyak orang. EatingWell juga mencatat natriumnya lebih rendah dibanding banyak keju lain.
4. Keju Cheddar[start_page_break,title="4. Keju Cheddar"][/end_page_break]
Cheddar termasuk keju populer karena mudah ditemukan dan fleksibel diolah. Satu ons cheddar mengandung sekitar tujuh gram protein. Rasanya dapat ringan atau tajam, tergantung lama proses pematangannya.
Semakin lama dimatangkan, cheddar biasanya memiliki rasa lebih kuat dan tekstur lebih rapuh. Keju ini juga menyediakan kalsium, fosfor, dan vitamin A. Cheddar cocok dipadukan dengan apel, pir, roti gandum, atau telur.
5. Keju Gouda
Gouda merupakan keju semi-keras asal Belanda dengan tekstur creamy. Satu ons Gouda menyediakan sekitar tujuh gram protein. Rasanya lembut, gurih, dan memiliki sentuhan seperti kacang.
Pada Gouda yang lebih matang, teksturnya menjadi lebih padat dan kompleks. Keju ini cocok disajikan bersama biskuit gandum, kacang, atau sayuran. Gouda juga dapat dilelehkan pada roti lapis dan hidangan panggang.
6. Mozzarella
Mozzarella dikenal karena teksturnya lembut, creamy, dan mudah meleleh. Satu ons mozzarella mengandung sekitar tujuh gram protein. Keju ini juga menyediakan kalsium dan fosfor untuk mendukung kesehatan tulang.
Mozzarella cocok digunakan pada salad, pizza, pasta, atau hidangan panggang. Varian rendah lemak dapat menjadi pilihan lebih ringan dengan protein tetap baik. Rasanya yang netral membuatnya mudah dipadukan dengan sayuran segar.
| Baca juga: Kasta Ikan Tinggi Protein Selain Salmon |
Cara Sehat Menikmati Keju
Ahli gizi menyarankan keju dikonsumsi bersama makanan bernutrisi lain. Keju dapat dipadukan dengan buah, sayuran, gandum utuh, atau kacang. Kombinasi ini membantu menambah serat dan menjaga makanan tetap seimbang.
Meski bernutrisi, keju tetap perlu dikonsumsi secukupnya. Delish mencatat kontrol porsi penting karena keju dapat mengandung lemak jenuh dan natrium. American Heart Association juga menyarankan pembatasan lemak jenuh dalam pola makan.
Bagi pembaca yang ingin meningkatkan protein, keju bisa menjadi pilihan praktis. Namun, variasi sumber protein tetap penting dalam menu harian. Parmesan, cottage, Swiss, cheddar, Gouda, dan mozzarella dapat dipilih sesuai kebutuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....