Makna Budaya dan Nilai Gizi Lepet Tradisional Jawa
- 11 Mei 2026 08:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Lepet merupakan makanan tradisional khas Jawa yang memiliki nilai budaya dan sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat lokal. Makanan ini dikenal luas sebagai simbol kebersamaan serta sering hadir dalam berbagai perayaan keagamaan masyarakat Indonesia.
Secara umum, lepet dibuat dari beras ketan yang dicampur kelapa parut, santan, kacang, dan sedikit garam. Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan janur dengan teknik khusus agar tetap padat saat proses perebusan berlangsung.
Menurut penelitian dari universitas di Indonesia, lepet telah dikenal sejak masa kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Tradisi ini kemudian berkembang dan dikaitkan dengan ajaran Islam melalui dakwah budaya yang dilakukan Sunan Kalijaga.
| Baca juga: Bubur Labu yang tetap Relevan |
Dalam perspektif budaya, lepet memiliki makna simbolik tentang kesucian diri dan permohonan maaf antar sesama manusia. Filosofi ini biasanya muncul bersamaan dengan tradisi Lebaran, di mana masyarakat saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa.
Proses pembuatan lepet dimulai dengan merendam beras ketan dan kacang, lalu mencampurnya dengan kelapa parut. Setelah itu, adonan dibungkus janur, diikat menggunakan bambu, kemudian direbus hingga matang secara merata.
Dari segi gizi, lepet mengandung karbohidrat tinggi serta protein dalam jumlah tertentu yang berasal dari kacang dan kelapa. Selain itu, lepet juga mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.
Namun demikian, penyimpanan lepet perlu diperhatikan karena makanan ini mudah terkontaminasi bakteri jika tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, teknik pengolahan dan penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas serta keamanan konsumsi lepet.
Sebagai warisan kuliner Nusantara, lepet memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui inovasi tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Pelestarian makanan ini penting dilakukan agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.(Aris)
Referensi:
- Wardana, A. A., Setiarto, R. H. B., & Wigati, L. P. (2023). “Lepet”: Indonesian traditional food for Eid Al-Fitr celebrations. Journal of Ethnic Foods (Bina Nusantara University).
- Setiarto, R. H. B., et al. (2023). Kajian makanan tradisional lepet dan nilai budayanya dalam masyarakat Jawa. Journal of Ethnic Foods / BRIN Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....