Ampo, Warisan Budaya Kuliner Berbahan Tanah Liat

  • 06 Mar 2026 15:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pernah mendengar kuliner ampo? Jika belum mendengar apalagi merasakan, itu karena saat ini ampo tak banyak lagi diproduksi dan dikonsumsi.

Ampo disebut sebagai warisan budaya kuliner, karena camilan ini ada sejak jaman dahulu. Tak seperti makanan lain yang terbuat dari bahan makanan lazim, ampo justru terbuat dari tanah liat.

Tanah liat dibersihkan, lalu dibentuk dalam ukuran besar, kemudian diserut sehingga menghasilkan bentuk menyerupai gulungan tipis. Setelah itu, gulungan tipis tersebut dimasak dengan cara diasapi kurang lebih satu jam hingga berwana coklat kehitaman.

Teksturnya renyah, dan biasanya ampo dimakan sebagai teman minum kopi atau teh. Ampo banyak terdapat di jawa Timur seperti Tuban, atau di Bantul, Yogyakarta.

Meski ampo sering dianggap berkhasiat untuk pencernaan, namun hal ini cukup menuai perbedaan pendapat. Beberapa pendapat lain justru menyatakan ampo bukanlah makanan yang bergizi karena beresiko melukai pencernaan mengingat berbahan tanah liat.

Karenanya, ampo disarankan hanya dikonsumsi oleh orang dewasa dengan jumlah terbatas. Akan lebih aman jika ampo dikonsumsi oleh seseorang dengan imunitas tubuh yang baik.

Selain dimakan, ampo juga digunakan sebagai pelengkap ritual adat atau sesaji. Saat ini ampo tengah diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....