Makna Hidangan Ikan Bandeng dalam Tradisi Imlek

  • 12 Feb 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu dikaitkan dengan sajian tertentu yang dipercaya membawa keberuntungan pada tahun berikutnya. Salah satu menu yang kerap hadir adalah ikan bandeng, hidangan penting saat pergantian tahun kalender Tionghoa atau Sin Cia.

Selain dikenal sebagai santapan khas Imlek, ikan bandeng menyimpan filosofi mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya etnis Tionghoa dan Betawi. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap meja makan, melainkan sarat makna simbolis yang diwariskan secara turun-temurun.

Ikan bandeng dipahami sebagai lambang kesejahteraan, keberuntungan, serta bentuk penghormatan dalam tradisi perayaan tahun baru. Mengacu pada laman Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kemendikbud, ikan ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya Tionghoa.

Dalam bahasa Mandarin, bandeng atau ikan mas lumpur disebut 'Liyú' yang pelafalannya menyerupai kata bermakna hadiah. Karena kemiripan bunyi tersebut, ikan ini diharapkan membawa limpahan rezeki bagi keluarga yang merayakan Imlek.

Tradisi Tionghoa mengatur penyajian bandeng secara utuh mulai kepala hingga ekor tanpa terpotong. Penyajian lengkap itu melambangkan harapan agar keberuntungan mengalir penuh sepanjang tahun yang baru.

Meski dikenal memiliki banyak duri, kondisi tersebut justru dimaknai sebagai gambaran kompleksitas kehidupan yang perlu disikapi hati-hati. Sebelum menyantapnya, masyarakat dianjurkan mengucapkan 'Niánnián yǒu yú' sebagai doa agar rezeki selalu berlebih.

Di sejumlah keluarga, bandeng diantar kepada orang tua dan mertua sebagai simbol bakti serta penghormatan. Dalam tradisi Betawi, ukuran ikan yang diberikan bahkan mencerminkan kepedulian menantu, meski keyakinan ini kini mulai berkurang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....